8 Mahasiswa Dianiaya Satpol PP, Pemkot Samarinda Minta Maaf Kepada Mahasiswa

Saya sebagai pejabat pembina kepegawaian, Sekda, pimpinan birokarsi tertinggi di Pemkot Samarinda meminta maaf pada teman-teman mahasiswa

8 Mahasiswa Dianiaya Satpol PP, Pemkot Samarinda Minta Maaf Kepada  Mahasiswa
TribunKaltim.Co/Nalendro Priambodo
Sekertaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda mengambil sikap atas insiden  pengeroyokan delapan mahasiswa dan pemuda yang diduga dilakukan oknum Satpol PP Kota Samarinda, Jumat pekan lalu. Akibat kejadian itu, 4 mahasiswa mengalami luka-luka.

"Pertama saya sebagai pejabat pembina kepegawaian, Sekda, pimpinan birokarsi tertinggi di Pemkot Samarinda meminta maaf pada teman-teman mahasiswa atas insiden beberapa waktu lalu.

Proses terhadap salah prosedur yang dilakukan staf kami akan diproses menurut aturan yang berlaku," ujar Sekdakot Samarinda, Sugeng Chairuddin, Rabu (14/8/2019) di kantornya.

Peristiwa ini juga sudah sampai di telinga Walikota Samarinda, Syaharie Jaang. Perintah orang nomor satu di Kota Tepian ini sudah jelas, seperti apa yang disampaikan Sugeng.

Pemkot lanjut Sugeng, tak membenarkan adanya kekerasan, termasuk tak akan mentolelir kekerasan pada siapapun, baik itu fisik maupun verbal.

Ia mengatakan, Pemkot dalam waktu dekat akan menerbitkan surat perintah pemeriksaan internal melalui Inspektorat. Hasil pemeriksaan itu  yang dijadikan pijakan untuk menjatuhkan sanksi pada yang bersalah.

Selain itu lanjutnya,  sebagai aparatur sipil negara terlebih pejabat publik, dituntut mampu menahan diri dan kuat menerima kemarahan warga yang memiliki banyak karakter, terlebih dalam proses pelayanan publik.

"Kita sudah memilih jalur ini. Yang dihadapi bukan hanya orang baik, ada yang setengah benar ada yang tidak benar. Jadi, harus sabar," ucap Sugeng.

Sugeng mencoba maklum, dalam tugas menegakkan Perda, Satpol PP kerap dihadapan pada situasi yang keras dan terpaksa kontak fisik.

Agar tak terulang, ia menyarankan ada inovasi dengan menggunakan pendekatan yang lebih humanis. Jangan sampai melekat kesan arogansi di satuan polisi penegak perda ini. Kejadian ini, bagi dia adalah bagian dari introspeksi diri.

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved