Bunuh Diri Dapat Dicegah, dr Jaya: Polanya Mirip di Amerika

Kasus bunuh diri yang terjadi di sejumlah daerah di Kaltim akhir-akhir ini membuat Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam angkat bicara

Bunuh Diri Dapat Dicegah, dr Jaya: Polanya Mirip di Amerika
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam, dr Jaya Mualimin 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus bunuh diri yang terjadi di sejumlah daerah di Kaltim akhir-akhir ini membuat Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam angkat bicara.

Terlebih, pada hari kesehatan jiwa internasional 2019 yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober, mengangkat tema maupun isu mengenai pencegahan bunuh diri.

Di Samarinda, dalam beberapa pekan terakhir, terdapat sejumlah kasus bunuh diri, diantaranya pemuda loncat dari jembatan Mahkota II ke sungai Mahakam diduga akibat patah hati, serta penemuan jenazah tergantung di kamar hotel.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam, dr Jaya Mualimin menerangkan, maraknya kejadian bunuh diri tidak hanya terjadi di Samarinda, namun juga di kota-kota lainnya, termasuk daerah-daerah yang jauh dari kota.

Dipermalukan, Dipecat hingga Bunuh Diri, Ini Sederet Kisah Pahit Jadi Nasabah Pinjaman Online Ilegal

Polisi Menggagalkan Aksi Bunuh Diri Wanita Hamil di Majene, Suami Menghindar setelah Hamil 1 Bulan

"Akhir-akhir ini banyak kejadian bunuh diri, di kota lainnya juga terjadi, termasuk di daerah yang tidak kita ketahui ada kejadian bunuh diri," ucapnya, Rabu (13/8/2019).

Lebih lanjut ia  menjelaskan, bunuh diri sangat berkaitan dengan masalah psikologis, yang merupakan gejala depresi. Umumnya, orang yang depresi hendak mengakhiri hidup karena merasa kehilangan.

Kehilangan seseorang yang dicintai, seperti orangtua, suami/istri yang meninggal dunia, suami/istri yang berselingkuh, termasuk pasangan kekasih dan sebab lainnya.

Ketika merasa kehilangan, timbul keputusasaan, yang mengakibatkan depresi hingga akhirnya ingin bunuh diri.

"Karena pada dasarnya, keputusasaan berawal dari kehilangan. Bunuh diri ini erat kaitanya dengan masalah psikologis, gejala gangguan depresi," ungkapnya.

Namun demikian, tindakan bunuh diri dapat dicegah, asalkan mau lebih terbuka dengan berkonsultasi, bisa ke dokter di rumah sakit jiwa, ke rumah sakit umum, termasuk ke Puskesmas.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved