Gara-gara Sering Rewel, Seorang Ibu Muda di Boyolali Tega Aniaya Anak Kandungnya hingga Tewas

Sang ibu SW menganiaya korban F, anaknya sendiri dengan cara mencubit di beberapa bagian tubuh.

Gara-gara Sering Rewel, Seorang Ibu Muda di Boyolali Tega Aniaya Anak Kandungnya hingga Tewas
(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Rekonstruksi kasus ibu kandung aniaya anaknya sendiri hingga tewas di Dukuh Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019). 

"Untuk memperjelas apa-apa yang sudah dilakukan oleh pelaku kemudian apa-apa yang sudah dialami oleh korban. Kemudian luka-lukanya sesuai dengan visum itu ada di mana saja. Jadi harus sinkron," ungkapnya.

Dari hasil otopsi, jelas Kusumo korban meninggal disebabkan karena adanya pendarahan di kepala dan perut.

"Motifnya sebagai orangtua kandung mungkin merasa kesal juga karena kondisi ekonominya yang kurang. Pelaku sudah diperiksa kejiwaan dan hasilnya sehat," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto menambahkan dalam rekonstruksi tersebut pelaku memperagakan adegan mencubit, memukul, mencakar, hingga membenturkan kepala korban di lemari.

Pelaku nekat menganiaya anak kandungnya sendiri karena jengkel sering rewel.

"Pelaku memperagakan adegan dari tanggal 8 Juli 2019 dia mencubit korban. Puncaknya tanggal 10 Juli 2019 kepala korban dibenturkan di lemari sambil dipukul bagian belakang. Korban diam terus tidur," katanya.

Ayah bunun anak pakai racun tikus

Dua terdakwa kasus pembunuhan M Amin alias Bambang (26) pemuda berkebutuhan khusus asal Desa Pante Baro Glee Siblah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen dengan menggunakan racun tikus, Rabu (7/8/2019) menjalani sidang ketiga di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Baca juga :

Satu Keluarga Miskin di OKU jadi Korban Perampokan Disertai Pembunuhan, Motif Pelaku Membingungkan

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved