Gara-gara Sering Rewel, Seorang Ibu Muda di Boyolali Tega Aniaya Anak Kandungnya hingga Tewas

Sang ibu SW menganiaya korban F, anaknya sendiri dengan cara mencubit di beberapa bagian tubuh.

Gara-gara Sering Rewel, Seorang Ibu Muda di Boyolali Tega Aniaya Anak Kandungnya hingga Tewas
(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Rekonstruksi kasus ibu kandung aniaya anaknya sendiri hingga tewas di Dukuh Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019). 

Sederet Fakta Pembunuhan Presenter TVRI, Pelaku Sakit Hati Pernah Dilecehkan Secara Fisik

Sidang ketiga tersebut beragendakan mendengar keterangan dua saksi.

Terdakwa menjalani sidang perdana pada Rabu (24/7/2019) dengan agenda mendengar materi dakwaan.

Terdakwa pertama dalam kasus itu adalah yang menyuruh membunuh korban yaitu ayah angkat korban, Zulisupandi alias Om Pandi (54) sopir, asal Desa Pante Desa Pante Baro Glee Siblah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen .

Sedangkan terdakwa kedua adalah Suryadi alias Isur (42) warga Desa Pekan Gegang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Medan yang meracuni korban dengan menggunakan racun tikus.

Sidang kasus itu dipimpin Latiful SH, didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH, dan Maimunsyah SH. kedua hadir ke ruang sidang didampingi pengacaranya, Taufik M Noer SH.

Saksi yang diperiksa dalam sidang tersebut adalah istri terdakwa, Agustina.

Ia mengaku sebelumnya korban sempat disekolahlan di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Namun, setelah pulang ke rumah, kelakuannya mulai mengganggu kenyamanan terdakwa dan istrinya.

Lalu, terdakwa berencana mengirim korban ke panti asuhan di Medan.

Bahkan, Agustina mengira korban sudah dibawa ke Panti Asuhan di Medan.

Ia baru terkejut ketika mendengar informasi kalau anak angkatnya itu ditemukan sudah meninggal.

Agustina semakin terkejut ketika suaminya tersebut dijemput polisi dan belakangan mendapat informasi suaminya diamankan polisi karena terlibat dalam kasus itu.

Usai mendengar keterangan istrinya dan satu keterangan satu saksi lainnya, kedua terdakwa yang berada di samping pengacaranya lebih banyak menunduk.

Sidang kasus tersebut ditunda pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi.

Sedangkan materi dakwaan yang dibacakan jaksa pada sidang sebelumya menguraikan kronologis pembunuhan tersebut yang sudah direncanakan dua terdakwa tersebut.

Setelah meracuni korban, terdakwa kembali ke Medan setelah uang ongkos 1.050.000 dari terdakwa Zulisupandi.

Dalam materi dakwaan itu juga disebutkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik dalam tubuh korban, usus dan lambung korban ditemukan insektisida jenis Carbamate.

Berdasarkan keterangan saksi ahli, bila racun insektisida yang digunakan terdakwa dimasukkan ke tubuh manusia dan makhluk lainnya dapat menyebabkan keracunan.

Gejalanya, mual, muntah dan nyering lambung, kejang yang dapat berakibat kematian.

Menurut jaksa, terdakwa masih memiliki waktu untuk membatalkan rencana pembunuhan tersebut tapi tidak dilakukan.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUPidana. (*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved