Jalan Berliku Tjsel, Berawal dari Janji Lahan Ibukota Provinsi Kaltara yang Tak Kunjung Terealisasi

Pemprov kemudian melirik kawasan Gunung Seriang, dengan pertimbangan akses antar kabupaten akan menjadi mudah,

(HO/PEMPROV KALIMANTAN UTARA)
Masterplan KBM Tjsel pra revisi. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Perjalanan Kota Baru Mandiri (KBM) Tjsel berawal sejak tahun 2014. Saat itu, lokasi pusat pemerintahan yang dijanjikan Pemkab Bulungan kepada Pemprov Kalimantan Utara tak kunjung bisa direalisasikan Pemkab Bulungan.

Pemkab Bulungan era Bupati Budiman Arifin merekomendasikan lahan seluas 1.000 hektar di kawasan Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor. Namun berdasarkan kajian, wilayah tersebut sudah padat oleh permukiman warga.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengungkapkan, saat masih menjabat Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara, Pemprov melayangkan surat ke Pemkab Bulungan untuk menyiapkan kembali lahan seluas 1.000 hektar di lokasi yang berbeda dari sebelumnya.

Pemprov sempat melirik kawasan wilayah kilometer 2, wilayah Jalan Manunggal, dan kawasan kilometer 4 simpang 3 Bulungan-Berau.

"Lahan yang rencananya akan disiapkan Pemkab Bulungan, tak kunjung terealisasi karena terbentur dengan aturan. Tetapi saat itu Pemkab tetap berkontribusi dengan menghibahkan anggaran senilai Rp 50 miliar," sebut Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Rabu (14/8/2019).

Pemprov kemudian melirik kawasan Gunung Seriang, dengan pertimbangan akses antar kabupaten akan menjadi mudah, khususnya dari arah Berau ke Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan.

Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie.
Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie. (Tribunkaltim.co, M Arfan)

"Pemilihan lokasi ini berdasarkan kajian konsultan juga," ujar Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Saat Presiden Jokowi ke Tarakan di akhir tahun 2014 lalu dalam Musrenbang Nasional Regional Kalimantan, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie kemudian menyampaikan rencana pembangunan pusat pemerintahan Pemprov, yang mencakup sedikitnya 6 tahapan pembangunan. Awalnya akan dimulai pada tahun 2015 sampai tahun 2024.

"Usulan kita waktu itu untuk membiayai seluruh tahapan tersebut, kurang lebih Rp 31,4 triliun," ujar Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Kesempatan rencana tersebut didukung pemerintah (pusat) akhirnya terbuka lebar. Pada 24 Desember 2014 Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan jajaran memaparkan usulan perencanaan pembangunan di Kementarian PPN/Bappenas, era Andrinof Chaniago.

Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago saat duduk di tribun utama stadion Datu Adil Tarakan, (15/12/2014). Ia didampingi Pj Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Sekdaprov H Badrun, dan Walikota Tarakan Sofian Raga.
Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago saat duduk di tribun utama stadion Datu Adil Tarakan, (15/12/2014). Ia didampingi Pj Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Sekdaprov H Badrun, dan Walikota Tarakan Sofian Raga. (TRIBUN KALTIM/M ARFAN)
Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved