Keinginan Demokrat Gabung ke Pemerintah Telat dan Motif Kelihatan, Politisi PDIP: Jokowi Pasti Jeli

Selanjutnya, mantan Ketua DPP PDI-P ini menilai, Presiden Jokowi tentunya mencermati dukungan yang semakin mengalir usai kemenangan Pilpres 2019.

Keinginan Demokrat Gabung ke Pemerintah Telat dan Motif Kelihatan, Politisi PDIP: Jokowi Pasti Jeli
(KOMPAS.com/Haryanti Puspa Sari)
Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019) 

Surya Paloh dan Airlangga Hartarto Beda Sikap dengan Megawati soal Jatah Menteri di Kabinet Jokowi

Namun, jika koalisi gemuk dan rawan muncul aliansi baru dalam internal koalisi, ia menilai hal ini akan merepotkan Jokowi dalam bernegosiasi tentang kebijakan dan program dengan partai-partai koalisi.

" Koalisi gemuk pun juga berpotensinya terjadi resistensi di internal partai koalisi partai 01. Hal ini sudah terlihat dari tak ikutnya PDI Perjuangan dalam pertemuan para ketum parpol 01," ucap Arya.

Sebagian ketua umum partai politik koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019, Senin (22/7/2019), berkumpul di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat.

Hadir Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sebagai tuan rumah.

Dalam pertemuan itu, tidak tampak ketua umum atau elite parpol PDI Perjuangan, Hanura, Perindo, PSI, atau PBB.

Terkait koalisi, Arya menyarankan Jokowi menguatkan soliditas dengan tidak memborong semua dukungan partai ke koalisi pemerintah.

"Tugas Jokowi adalah memastikan koalisinya solid. Agar koalisi solid, tentu ada harga yang harus dibayar Jokowi. Jika proses pembentukan koalisi dilakukan secara adil, potensi untuk membelot diperkirakan akan kecil. Untuk itu, Jokowi harus menjelaskan komitmen politiknya ke setiap anggota koalisi," papar dia.(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved