Polda Kaltim Ungkap Dua Kasus Tambang Ilegal di Kukar. Amankan Tongkang serta Batu Bara

Namun sayangnya, dari sekian banyak pertambangan batu bara, ternyata masih terdapat beberapa tambang batu bara yang statusnya masih ilegal

Polda Kaltim Ungkap Dua Kasus Tambang Ilegal di Kukar. Amankan Tongkang serta Batu Bara
Humas Polda Kaltim
Lokasi tambang ilegal dan barang bukti. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Provinsi Kaltim memang dikenal dengan kekayaan alam batu bara, sehingga tidak salah lagi Provinsi Kaltim menjadi salah satu wilayah yang memiliki banyak pengusaha batu bara.

Namun sayangnya, dari sekian banyak pertambangan batu bara, ternyata masih terdapat beberapa tambang batu bara yang statusnya masih ilegal.

Seperti belum lama ini, Polda Kaltim berhasil mengungkap dua kasus pertambangan ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diantaranya yakni di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana dan di Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang. Dari dua kasus tersebut, Polda Kaltim berhasil mengamankan tiga tersangka.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna menjelaskan, untuk kasus tambang illegal pertama yang mana pada Kamis, (25/4/2019) lalu, Subdit IV Tipidter Polda Kaltim telah melakukan Penyelidikan dan Penyidikan di lokasi Jetty CV. Arjuna yang terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana, Kukar.

Di lokasi tersebut ucapnya, terdapat kegiatan loading Batubara Milik PT. Raihmadan Putra Berjaya ke dalam tongkang Kalindo sebanyak 7.000 MT dengan Dokumen Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) dan Surat Keterangan Pengangkutan Barang (SKPB) yang diterbitkan oleh PT. Belayan International Coal.

"Jadi kasusnya ini, mereka melakukan perbuatan ilegal pertambangan, artinya secara garis besar melaksanakan kegiatan pertambangan di luar kordinat. Jadi, dokumennya itu ada, tapi barang yang mereka bawa itu tidak sesuai dokumen yang ada," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna. Rabu, (14/8/2019).

Lanjutnya, batubara milik PT. Raihmadan Putra Berjaya tersebut berasal dari Stockroom Bitek yang berada di Wilayah Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara dan diduga batubara tersebut bukan berasal dari hasil
produksi PT. Belayan International Coal.

"Karena WIUP OP PT. Belayan International Coal berada di wilayah Desa Perangat Baru Kecamatan Marang Kayu dan Desa Sello Cela Kecamatan Muara Badak dengan luas 1.700 Hektar," ucap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna.

Salah seorang tersangka tambang ilegal di Kukar
Salah seorang tersangka tambang ilegal di Kukar (Foto Humas Polda Kaltim)

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna juga menegaskan, PT. Belayam International Coal (BIC) mengakui bahwa Batubara milik PT. Raihmadan Putra Berjaya yang berada di dalam tongkang Kalindo tersebut bukan berasal atau hasil produksinya PT. BIC.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna membeberkan, dari pengungkapan kasus tambang ilegal di Anggana ini, pihaknya menangkap dua tersangka yakni SR dan MS dan mengamankan barang bukti berupa satu unit tongkang BG Kalindo dan Batubara satu Tongkang yang berisi sebanyak 7.000 MT.

Halaman
123
Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved