Polisi Akhirnya Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Paskibraka Tangsel, CCTV Ungkap Hal Lain

Jauh sebelum penetapan penghentian penyelidikan tersebut dilakukan, kasus kematian Aurell pada 1 Agustus 2019 lalu sempat menjadi bola liar.

Polisi Akhirnya Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Paskibraka Tangsel, CCTV Ungkap Hal Lain
(KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)
Kapolres Tangsel, Ferdy Irawan saat memberi keterangan tentang kematian anggota Paskibraka Tangsel, Aurellia, di Polres Tangsel, Selasa (13/8/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO - Polisi akhirnya memutuskan menghentikan penyelidikan kasus kematian anggota Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurratuaini.

Alasannya, polisi menyimpulkan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus kematian anggota Paskibraka Tangerang Selatan, Aurellia Qurratuaini tersebut.

Jauh sebelum penetapan tersebut dilakukan, kasus kematian Aurell pada 1 Agustus 2019 lalu sempat menjadi bola liar.

Pihak keluarga menduga, kematian anaknya tidaklah wajar setelah melihat beberapa luka lebam pada sekujur tubuhnya.

Belum lagi orangtua yang mengetahui pelatihan dalam Paskibraka yang diikuti Aurell begitu ekstra seperti berlari dengan mengantongi tiga kilogram pasir, push up hingga memakan jeruk beserta kulitnya.

Berbekal keterangan yang sempat viral di media massa, polisi Tangsel langsung melakukan penyelidikan.

Namun, penyelidikan yang dilakukan selama dua pekan akhirnya dihentikan setelah penegak hukum tidak menemukan adanya tindakan kekerasan.

"Iya (dihentikan). Karena penyelidikan yang kita lakukan ini sudah menyimpulkan bahwa meninggalnya Aurell ini tidak ditemukan bekas penganiayaan sehingga kesimpulan kita dari kacamata hukum, tidak ada unsur pidana," kata Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Selasa (13/8/2019).

Bahkan setelah adanya hasil tersebut, pihak kepolisian beserta Walikota Tangsel, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Pemerhati dan Psikolog Anak, hingga kedua orang tua Aurell menggelar pertemuan.

"Orangtua datang bukan untuk mencari siapa yang harus bersalah, tapi menyampaikan kalau mereka berusaha tegas untuk Paskibraka untuk buktikan dengan menghilangkan budaya tidak baik," kata Ferdy.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved