Polisi Akhirnya Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Paskibraka Tangsel, CCTV Ungkap Hal Lain

Jauh sebelum penetapan penghentian penyelidikan tersebut dilakukan, kasus kematian Aurell pada 1 Agustus 2019 lalu sempat menjadi bola liar.

Polisi Akhirnya Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Paskibraka Tangsel, CCTV Ungkap Hal Lain
(KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)
Kapolres Tangsel, Ferdy Irawan saat memberi keterangan tentang kematian anggota Paskibraka Tangsel, Aurellia, di Polres Tangsel, Selasa (13/8/2019) 

Memeriksa 30 orang saksi Dalam melakukan penyelidikan kasus Aurell, pihak kepolisian telah memeriksa saksi.

Para saksi tersebut merupakan orangtua, pelatih dari PPI, hingga rekan Aurell yang turut bergabung dalam 50 anggota Paskibraka.

"Setelah kematian Aurell hingga tanggal 13 Agustus kemarin, tim bekerja dan sudah klarifikasi bahwa tidak ada unsur kekerasan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang," kata Ferdy.

Selain saksi yang berkaitan dengan Paskibraka, polisi juga meminta keterangan seseorang yang memandikan jenazah Aurell.

Ini untuk memperkuat pernyataan orangtua yang melihat adanya luka pada sekujur tubuh Aurell.

"Kami juga sudah mengambil keterangan yang memandikan jenazah pada saat Aurell dimandikan. Setelah dirangkaikan semua kita belum menemukan adanya aksi penganiayaan ataupun tindakan kekerasan yang dialami almarhumah," sambungnya.

Baca juga :

Cut Putri Wakili Kaltara Jadi Paskibraka di Istana, Sekolah Gelar Nobar, jika Cut Jadi Petugas Ini

Perjuangan Paskibraka Nasional Asal Kaltara - Tirukan Langkah Paskibraka di Rumah, Nonton di Youtube

Memeriksa CCTV

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved