Polisi Akhirnya Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Paskibraka Tangsel, CCTV Ungkap Hal Lain

Jauh sebelum penetapan penghentian penyelidikan tersebut dilakukan, kasus kematian Aurell pada 1 Agustus 2019 lalu sempat menjadi bola liar.

Polisi Akhirnya Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Paskibraka Tangsel, CCTV Ungkap Hal Lain
(KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)
Kapolres Tangsel, Ferdy Irawan saat memberi keterangan tentang kematian anggota Paskibraka Tangsel, Aurellia, di Polres Tangsel, Selasa (13/8/2019) 

Penyelidikan pihak kepolisian bukan berhenti pada keterangan saksi, melainkan memeriksa bukti lain.

Ferdy mengatakan, pihaknya juga memeriksa CCTV di mana para anggota Paskibraka Tangsel melakukan pelatihan.

"CCTCV juga kami sudah periksa. belum kami temukan fakta-fakta yang mengarah pada kekerasan fisik secara langsung, misalnya dipukul atau ditempeleng, itu belum kami temukan," katanya.

Ferdy menegaskan, luka yang ada pada tubuh Aurell hanya ada pada telapak tangan.

Ia menduga ini merukan hasil dari latihan untuk menduduk kekutan fisik dengan push up secara mengepal.

"Ada luka, tapi tidak sekujur tubuh. Ini pada tangan aja mungkin karena proses latihan ya itu tadi untuk menguatkan fisik dan kedisiplinan," paparnya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta maaf

Peristiwa meninggalnya Aurell membuat Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany angkat bicara.

Airin meinta maaf kepada orangtua korban yang menduga meninggal dunia karena pelatihan paskibraka.

Baca juga :

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved