Berita Pemkab Kutai Barat

Harga Cabe Rp 110 Ribu/Kg Pasca Lebaran Idul Adha, Tim Pastikan Tak Ada Penimbunan Sembako

Tim Terpadu berkumpul di Aula Kantor Camat Melak untuk melakukan evaluasi. Tim dipimpin Sekretaris Disdagkop Kubar Janes Hutajulu

Harga Cabe Rp 110 Ribu/Kg Pasca Lebaran Idul Adha, Tim Pastikan Tak Ada Penimbunan Sembako
HUMASKAB KUBAR
Tim terpadu stabilitas harga bahan pokok dan barang Kutai Barat sedang mewawancarai penjual sembako di sebuah pasar tradisional tiga hari pascara hari raya Idul Adha 1440 H, Rabu (14/8/2019). Kegiatan sidak ini untuk mengetahui kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran. 

SENDAWAR - Tiga hari pasca Hari Raya Idul Adha, Tim Terpadu stabilitas harga bahan pokok dan barang bergerak cepat terjun langsung ke pasar melihat keadaan harga dan distribusi kebutuhan bahan pokok, Rabu (14/8/2019) siang.

Tim terpadu turun di antaranya dari Disdagkop, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Satpol PP, Polres Kubar dan pihak Kecamatan.

Ada dua pasar besar yang dikunjungi Tim Terpadu, yakni Pasar Jaras Barong Tongkok dan Pasar Olah Bebaya, Melak.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tim menanyakan langsung harga kepada penjual, stok dan distribusi. Setelah di lapangan, Tim Terpadu berkumpul di Aula Kantor Camat Melak untuk melakukan evaluasi. Tim dipimpin Sekretaris Disdagkop Kubar Janes Hutajulu.

Dikemukakan, tim bergerak untuk mengetahui secara langsung stok barang kebutuhan pokok. Hasil sidak, harga rata-rata masih relatif stabil, dan distribusi cukup lancar sampai ke pasar. Ada kenaikan harga untuk cabe berkisar Rp 90 ribu - Rp 110 ribu per kilo.

Hal ini disebabkan faktor alam yakni musim kemarau, sehingga petani banyak yang gagal panen. Meski demikian stok masih ada.

Menurut Janes, kebutuhan bahan pokok Kubar masih didatangkan dari luar daerah, sehingga menyebabkan harga kadang kurang stabil.

"Kita sangat tergantung daerah lain, seperti dari Jawa dan Sulawesi. Kadang petani gagal panen dan distribust terhambat oleh faktor alam, misalnya gelombang laut tinggi sehingga kapal tidak berani berlayar," tuturnya.

Janes meminta para penjual tidak menaikkan harga terlalu tinggi, tetap pada batasan yang wajar. Berikut gunakan timbangan yang sudah disertifikasi Tera.

"Jangan menimbun barang untuk meraih keuntungan, tetapi mengorbankan konsumen. Apabila ada yang menimbun kami tim akan proses secara tegas sesuai hukum berlaku," tandas Janes. (hms36)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved