Pemprov Serahkan Daftar 35 Anggota DPRD Terpilih ke Kemendagri, Pelantikan Tetap 2 September

Terkait adanya salah satu calon terpilih, yang berstatus tersangka kasus pidana, namanya tetap diusulkan dalam daftar 35 calon terpilih yang dilantik

Pemprov Serahkan Daftar 35 Anggota DPRD Terpilih ke Kemendagri, Pelantikan Tetap 2 September
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Taufik Hidayat, Kepala Biro Pemerintahan Umum Setprov Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Biro Pemerintahan Umum Setprov Kalimantan Utara telah menyodorkan 35 nama anggota DPRD Provinsi terpilih hasil Pemilu 2019 kepada Kementerian Dalam Negeri untuk proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan.

Kepala Biro Organisasi Setprov Kalimantan Utara Taufik Hidayat mengungkapkan, daftar nama yang disodorkan ke Kementerian Dalam Negeri tetap sesuai dengan nama-nama 35 anggota DPRD terpilih yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara.

"Kita tinggal tunggu SK itu kembali dari Kemendagri. Yang pasti pelantikan tetap digelar pada tanggal 2 September nanti. Prosesnya di Kemendagri 15 hari. Kita sudah menyerahkannya seminggu yang lalu kata Taufik Hidayat kepada Tribunkaltim.co, Kamis (15/8/2019).

Perihal adanya salah satu calon terpilih, yang berstatus tersangka kasus pidana, namanya tetap diusulkan dalam daftar 35 calon terpilih yang akan dilantik.

"Jadi sesuai dengan aturan yang ada, walaupun dia tersangka tetap kita ajukan dilantik dulu. Kecuali ada putusan inkrah baru ada proses atau tindakan selanjutnya," ujarnya.

Berdasarkan Pasal 27 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota bahwasanya masa jabatan anggota DPRD 5 (lima) tahun terhitung sejak pengucapan sumpah/janji dan berakhir pada saat anggota DPRD yang baru mengucapkan sumpah/janji.

Masa jabatan anggota DPRD di daerah otonomi baru mengikuti masa jabatan anggota DPRD daerah induk.

"Dengan dasar itu, sebenarnya pelantikan dan pemberhentian itu dilakukan pada tanggal 1 September 2014, sesuai tanggal pelantikan di Kalimantan Timur waktu itu. Tetapi sekarang karena berkenaan tanggal 1 September 2019 adalah Ahad, maka dimundurkan ke tanggal 2 September," ujarnya.

Untuk diketahui, dari 35 nama calon terpilih duduk di DPRD Kalimantan Utara, ada lima nama bertahan dari periode sebelumnya (2 Yakni Norhayati Andris (PDIP/Dapil Kalimantan Utara 1), Herman (PKB/Dapil Kalimantan Utara 2), Hermanus (Nasdem/Dapil Kalimantan Utara 4), Siti Laela (Golkar/Dapil 1) dan Andi Muhammad Akbar (Hanura/Dapil Kalimantan Utara 4).

Selebihnya 31 kursi, diisi wajah-wajah baru yang berasal dari berbagai politik peserta Pemilu 2019 April kemarin.

Partai Gerindra, PDI-Perjuangan, dan Partai Hanura masing-masing memperoleh sebanyak 5 kursi. Disusul Partai berlambang Beringin, Golkar, sebanyak 4 kursi. Partai Demokrat juga memperoleh sebanyak 4 kursi.

Pelantikan Aggota DPRD Kaltara Periode 2019-2024 Dijadwalkan 2 September di Tanjung Selor

DPRD Kaltara Setujui Tetapkan 12 Perda, Ini Daftar Peraturan Daerah Tersebut

Ini Nama Anggota DPRD Kaltara Terpilih, 5 Incumbent Bertahan

Selanjutnya Partai Keadilan Sejahtera atau PKS memperoleh sebanyak 3 kursi. Partai Amanat Nasional atau PAN 2 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga memperoleh 2 kursi. Demikian juga Partai NasDem memperoleh 2 kursi.

Tiga kursi terakhir masing-masing diraup oleh Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB). (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved