33 Remaja Putri di Sangatta Dapat Vaksin HPV Gratis, Disuntikkan Langsung dr Boyke

Ketua YKI Kutim Hj Encek UR Firgasih juga menyumbangkan 33 vaksin Human papillomavirus (HPV), bagi para remaja tingkat SMA dari keluarga kurang mampu

33 Remaja Putri di Sangatta Dapat Vaksin HPV Gratis, Disuntikkan Langsung dr Boyke
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Dokter Boyke menjadi pembicara pada seminar kesehatan tentang IMS dan Kanker serviks 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kanker Serviks IMS mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kutai Timur dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kutai Timur yang diketuai Hj Encek UR Firgasih SH MAP, istri Bupati Kutai Timur.

Pentingnya mendapat pengetahuan lebih tentang asal muasal, pencegahan dan penanggulangan kedua penyakit tersebut, Dinas Kesehatan dan YKI Kutim menghadirkan dr Boyke Dian Nugraha Sp OG MARS, pakar yang namanya sudah melambung di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Ketua YKI Kutim Hj Encek UR Firgasih, juga menyumbangkan 33 vaksin Human papillomavirus (HPV), bagi para remaja tingkat SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan vaksin seharga Rp 1,5 juta itu, disuntikkan sendiri oleh dr Boyke Dian Nugraha Sp OG MARS.

“Ada 33 vaksi HPV yang akan langsung disuntikkan dr Boyke Dian Nugraha Sp OG MARS.

Sumbangan dari Ketua YKI Kutim. Khusus untuk anak-anak kita, dari keluarga kurang mampu. Nanti, vaksin HPV harus dilakukan tiga kali.

Pertama dan kedua, berselang tiga bulan, begitu juga untuk ketiga, berselang tiga bulan sejak penyuntikan kedua. Jadi suntik pertama, tiga bulan kemudian enam bulan,” ungkap Hj Encek UR Firgasih.

Dengan ilmu yang diperoleh dari seminar kesehatan dan pemberian vaksin, diharapkan anak remaja di Kutim, bisa lebih waspada terhadap penyakit IMS dan kanker serviks.

“Perlu diketahui, kanker serviks pada perempuan adalah komplikasi serius dari IMS. Kanker ini banyak diderita perempuan dan menyebabkan kematian. Bunda berharap, dari seminar ini, pengetahuan tentag IMS dan kanker serviks meningkat dan tahu bagaimana mencegahnya,” kata Hj Encek UR Firgasih.

Tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga lingkungan keluarga atau teman. Sehingga mampu menekan angka morbiditas dan mortalitas kedua penyakit tersebut di Kutim.

Bupati Ismunandar saat membuka kegiatan seminar kesehatan tentang IMS dan Kanker serviks_
Bupati Ismunandar saat membuka kegiatan seminar kesehatan tentang IMS dan Kanker serviks_ (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

Bupati Kutim Ismunandar yang membuka seminar kesehatan justru berharap kegiatan semacam ini tidak hanya digelar untuk kaum perempuan saja. Tapi juga kaum laki-laki. Karena sumber penyakit IMS dan kanker serviks kebanyakan malah datang dari laki-laki.

“Jangan ibu-ibu saja. Tapi nanti kita bikin juga seminar kesehatan seperti ini untuk bapak-bapaknya. Sebab, sumber penyakit itu bukan dari ibu-ibu tapi dari bapak. Karena lupa pulang ke rumah, sehingga tidur di rumah orang lain. Rumah yang nggak tahu ada penyakitnya apa nggak,” ungkap Bupati Kutim Ismunandar.

Seminar kesehatan tentang IMS dan Kanker serviks di Sangatta, Jumat (16/8/2019)
Seminar kesehatan tentang IMS dan Kanker serviks di Sangatta, Jumat (16/8/2019) (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)
Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved