Angin Kencang, Api Nyaris Melalap Rumah Kayu di Sangatta Utara

Pasalnya, api yang kian membesar tersebut nyaris membakar sebuah rumah kayu yang bersebelahan dengan lahan terbakar itu.

Angin Kencang, Api Nyaris Melalap Rumah Kayu di Sangatta Utara
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Kebakaran lahan di Gang Arjuna Kembar, tadi sore 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kebakaran lahan terjadi di Gang Arjuna Kembar, Jalan AW Syahrani, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (15/8) sekitar pukul 15.15 wita.

Asap tebal disertai api yang kian membesar tak terkendali membuat warga sekitar panik.

Pasalnya, api yang kian membesar tersebut nyaris membakar sebuah rumah kayu yang bersebelahan dengan lahan terbakar itu.

Dua unit mobil pemadam kebakaran pun langsung bergerak ke TKP. Api pun dapat dikendalikan dalam hitungan menit.

Raffi, warga yang melihat kejadian tersebut mengatakan lahan tersebut sengaja dibakar untuk memudahkan pembersihan lahan. Namun, karena cuaca sangat terik dan angin bertiup kencang, api yang tadinya kecil langsung membesar.

Melalap semua dedaunan dan ranting yang kering di lahan tersebut. “Tadi waktu sholat dhuhur tidak terlihat api. Tapi tiba-tiba, saat keluar rumah, api sudah membesar,” ujarnya.

Soal membersihkan lahan dengan cara membakar sudah dilarang oleh pemerintah. Sosialisasi mengenai hal itu pun berulang kali dilakukan. Karena membakar lahan bisa memicu kebakaran hutan dan asapnya mengganggu banyak pihak, hingga ke negara tetangga.

Awal bulan Agustus ini, Bupati Ir H Ismunandar MT, bersama Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Kamil Pasha dan Kapolres AKBP Teddy Ristiawan serta Kabid Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur, Andi Palesangi ST, menghadiri rapat koordinasi nasional kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019.

Kabupaten Kutai Timur hadir bersama Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang.

Kebakaran lahan di Gang Arjuna Kembar,
Kebakaran lahan di Gang Arjuna Kembar, (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

Dalam kesempatan tersebut, penanganan karhutla dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, patroli dan deteksi dini, penataan ekosistem gambut agar tetap basah

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved