Bogasari Fokus Kembangkan Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kaltim

Hingga kini usaha makanan berbasis tepung terigu masih terbuka lebar. Tidak hanya berskala industri namun juga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bogasari Fokus Kembangkan Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kaltim
Tribun Kaltim
Karyawati dan jurnalis dari sejumlah media di Samarinda mengikuti press gathering berupa pelatihan pembuatan makanan berbasis terigu di Bogasari Baking Center (BBC) Samarinda, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Manajemen PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari intens berkomitmen mengembangkan bisnis kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sesuai visinya mitra tumbuh bersama.

Keseriusan Bogasari terhadap pengembangan kelompok UMKM telah membuahkan hasil signifikan. Hingga kini, sebanyak 65 persen customer Bogasari adalah kelompok UMKM. Sekitar 30 persen konsumen lainnya yakni kelompok industri, dan 5 persen adalah kebutuhan rumah tangga. "UMKM paling bertahan saat dilanda krisis. Ketika krisis moneter terjadi, banyak perusahaan tutup dan terbukti UMKM tidak terpengaruh. UMKM lebih tangguh. Inilah yang membuat Bogasari memberi perhatian khusus bagi UMKM," ungkap Rudianto Pangaribuan, Head of Public Relation Bogasari Division kepada Tribun Kaltim di Bogasari Baking Center (BBC) Samarinda Ruko Mahakam Square, Jumat (16/8), sesaat sebelum dimulainya press gathering.

Tingginya atensi Bogasari terhadap kelompok UMKM salahsatunya diwujudkan dengan kehadiran Bogasari Baking Center (BBC). BBC merupakan unit pelatihan untuk pengolahan makanan berbahan terigu yang hadir sejak 1981 di Jakarta. "Kami menyadari bahwa terigu merupakan produk antara. Tidak bisa dikonsumsi langsung. Harus diolah terlebih dulu. Inilah yang menjadi peluang untuk membuka usaha. Sejak itulah kehadiran BBC diperluas ke 16 kota di Indonesia. Telah hadir 19 BBC di seluruh Indonesia," bebernya.

Di Kalimantan, tutur Rudi, BBC baru hadir di Samarinda dan Banjarmasin. Selain BBC, Bogasari juga memiliki kemitraan UMKM yang secara organisasi disebut Bogasari Mitra Card (BMC). Melalui membership ini, Bogasari memiliki database yang sangat membantu meningkatkan usaha UMKM. Data ini juga sangat penting bagi UMKM ketika mereka mengajukan permintaan kredit perbankan.

Selain itu, Bogasari secara berkesinambungan memberi edukasi dan program inovasi yang mendorong pertumbuhan usaha UMKM. Di Samarinda, pelatihan di BBC mencapai minimal 30-an peserta per bulan. Peserta berasal dari UMKM, kalangan pemula, dan ada pula yang mau belajar karena hobi. Cukup dengan membayar Rp 350 ribu, bisa mendapatkan ilmu plus praktek di BBC.

Mengenai market di Kalimantan, Rudi yang didampingi Yudha Asisten Manajer Bogasari Kalimantan menjelaskan, saat ini konsumen tepung terigu secara total tertinggi yakni di Pontianak, Kalimantan Barat dan market share juga sangat besar yakni hampir 90 persen. Sementara konsumsi di Kaltim dan Kaltara juga cukup tinggi yakni 4.500 ton. Saat ini market share di Kaltim berada di posisi 60 persen. Untuk lebih meningkatkan konsumsi di Kaltim, BBC Samarinda berencana menyelenggarakan Festival Mie Ayam & Jajanan Pasar Samarinda pada Festival Mahakam 2019 pada awal November 2019 mendatang.

Rudi menambahkan, hingga kini usaha makanan berbasis tepung terigu masih terbuka lebar. Tidak hanya berskala industri namun juga UMKM. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan konsumsi terigu per tahunnya sekitar 5-7 persen. (*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved