Breaking News

BREAKING NEWS - Sudah 2 Hari Api Menyala di Jalan DI Panjaitan, Endang: Setelah Banjir Tambah Banyak

"Sudah dua hari, Mas, lubangnya kalau dibakar menyala. Mulai dari Kamis (15/8/2019), sampai hari Jumat (16/8/2019) ini. Tapi nyalanya itu ada waktunya

BREAKING NEWS - Sudah 2 Hari Api Menyala di Jalan DI Panjaitan, Endang: Setelah Banjir Tambah Banyak
TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO WICAKSONO PUTRO
Ketua Rt 35 Endang Supriati saat menunjukkan tanah yang berlubang dan mengeluarkan api, yang berada di sekitaran tempat tinggalnya, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Rukun Tetangga 35, Jalan DI Panjaitan, Gang Sejahtera Indah II, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Endang Supriyanti menceritakan, sudah dua hari belakangan ini api di lubang gas tersebut menyala saat disulut api oleh warga.

"Sudah dua hari, Mas, lubangnya kalau dibakar menyala. Mulai dari Kamis (15/8/2019), sampai hari Jumat (16/8/2019) ini. Tapi, nyalanya itu ada waktunya.

Pagi misalnya kita bakar lubang gas itu, maka nanti sekira pukul 11.00 siang itu apinya akan mati sendiri. Biar kita coba nyalakan tidak mau menyala apinya," jelas Endang Supriyanti.

"Sampai pada malam hari apinya itu tidak menyala kalau dibakar. Saya tidak tau, apakah saat malam itu bisa juga dibakar lubang gasnya. Mungkin kalau tengah malam bisa kali. Tapi, kalau pagi hari lubangnya bisa dibakar. awalnya kami biasa saja. Tapi, pas seperti ini kami menjadi khawatir dan langsung lapor," lanjut Endang Supriyanti.

Sebenarnya, ungkap Endang Supriyanti, ia sudah melapor tentang timbulnya lubang gas ini sejak awal Juni lalu. Sempat,  ada beberapa aparat pemerintahan datang untuk melakukan pengecekan.

Ketua Rt 35 Endang Supriati saat menunjukkan tanah yang berlubang dan mengeluarkan api, yang berada di sekitaran tempat tinggalnya, Jumat (16/8/2019).
Ketua Rt 35 Endang Supriati saat menunjukkan tanah yang berlubang dan mengeluarkan api, yang berada di sekitaran tempat tinggalnya, Jumat (16/8/2019). (TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO WICAKSONO PUTRO)

Kemudian dijadwalkan, pihak kecamatan dan kelurahan setempat akan menindaklanjuti dengan datang ke lokasi lubang gas.

"Ada Pak Babinsa TNI datang ngecek sama orang kelurahan. Nah, rencananya itu Pak Lurah dan Bu Camat mau ngecek setelah hari raya Idul Fitri lalu. Tapi, setelah hari raya kan Samarinda banjir besar. Termasuk di lokasi timbulnya lubang gas. Jadi, tidak jadi pengecekan sampai sekarang," papar Endang Supriyanti.

Awalnya diceritakan Endang Supriyanti, hanya satu lubang gas timbul sebelum banjir melanda Samarinda, Juni lalu. Namun, setelah banjir besar surut, ada 11 lubang gas lainnya muncul. Akan tetapi hanya satu lubang saja yang dapat terbakar saat disulut api.

"Semakin banyak saat banjir surut. Kami juga taunya saat lubang itu terbakar saat disulut api, saat ada warga yang bakar sampah di lokasi lubang gas tersebut. Setelah api yang membakar sampah padam, api dalam lubang gas tersebut tidak juga padam," bebernya. (ink)

Baca Juga;

Ibu Kota tak Keluar dari Jakarta, Presiden Joko Widodo Khawatir Ketimpangan Bakal Semakin Parah

MotoGP Britania 2019, Ingin Kalahkan Marc Marquez, Andrea Dovizioso Minta Ducati Lakukan Ini

Pekan Depan Gubernur Kaltim Isran Noor Paparan Rencana Lokasi Ibu Kota Baru, Banyak Beberkan Peta

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved