HUT ke 74 Kemerdekaan RI

Bupati Abdul Gafur Masud Ingin Paskibraka Penajam Paser Utara Bukan Sekedar Pengibar Bendera

Bupati Abdul Gafur Masud dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa, ia meyakini Paskibraka memiliki keistimewaan bukan hanya sebagai pengibar bendera.

Bupati Abdul Gafur Masud Ingin Paskibraka Penajam Paser Utara Bukan Sekedar Pengibar Bendera
TribunKaltim.Co/Heriani AM
Bupati Abdul Gafur Masud, kukuhkan Paskibra PPU yang akan bertugas sebagai pengibar Bendera Merah Putih, 17 Agustus 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Bupati Abdul Gafur Masud kukuhkan sebanyak 42 anggota Pasukan Pengibar Bendara Pusaka atau Paskibraka, Duplikat Merah Putih.

Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Pertemuan Kantor Bupati Penjam Paser Utara pada Kamis (15/8/2019) malam.

Pengukuhan dihadiri Wakil Bupati PPU, Hamdam, Sekretaris Daerah, Tohar, Dandim 0913/PPU Kolonel Inf Mahmud, Wakapolres PPU, Kompol Budi Heryawan, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten PPU, serta orang tua Paskibraka.

Sejak Upacara Penyambutan Paskibraka Duplikat Merah Putih Kabupaten PPU tanggal 5 Agustus 2019 lalu, 42 peserta Paskibra didampingi pembina dan pelatih, rutin berlatih setiap harinya, bahkan hingga malam hari, demi khidmatnya pengibaran sang saka di Hari Kemerdekaan 17 Agustus esok.

Bupati Abdul Gafur Masud dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa, ia meyakini Paskibraka memiliki keistimewaan bukan hanya sebagai pasukan pengibar bendera, akan tetapi juga harus mampu menunjukkan keteladanan sebagai pelajar berprestasi, berdisiplin, dan bermoral, serta memiliki jiwa dan menjunjung nasionalisme.

Sebanyak 42 Paskibraka, dipilih dari seleksi cukup disiplin dari seluruh sekolah menengah atas (SMA) sederajat se Kabupaten PPU.

"Harapan saya, kalian mampu menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Menjadi pioneer yang mampu mendorong pemuda-pemudi lain untuk ikut berprestasi" tegasnya.

Nah, Bupati Abdul Gafur Masud juga memberikan pesan, bahwa tidak ada jalan yang lunak dan mudah untuk mencapai cita-cita yang besar. Olehnya itu, pelatihan yang telah dilaksanakan juga penggemblengan adalah pengalaman yang berharga.

"Itu adalah bagian dari upaya untuk menggapai cita-cita yang luhur dalam menjalankan tugas yang mulia," ujarnya.

"Sesungguhnya perjuangan mencapai cita-cita adalah perjuangan yang memerlukan idealisme, kerja keras dan pengorbanan. Letakkan apa yang kalian alami selama ini, untuk mengemban tugas pada tanggal 17 Agustus nanti," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved