PDAM Tirta Kandilo Bangun WTP di Muara Samu, Desember 2019 Uji Coba Produksi

“Iya, benar sekali, apalagi di musim kemarau seperti ini, debit air berkurang dan air sungai tetap keruh, padahal tidak ada air hujan bercampur lumpur

PDAM Tirta Kandilo Bangun WTP di Muara Samu, Desember 2019 Uji Coba Produksi
Tribunkaltim.co, Sarassani
Mobil layanan antar air bersih PDAM Tirta Kandilo Kabupaten Paser. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kandilo Kabupaten Paser Zamzami, Jumat (16/8/2019), membenarkan rilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser terkait status waspada terhadap kualitas air Kabupaten Paser.

“Iya, benar sekali, apalagi di musim kemarau seperti ini, debit air berkurang dan air sungai tetap keruh, padahal sudah beberapa minggu ini tidak ada air hujan bercampur lumpur yang masuk sungai, kepekatan lumpurnya bahkan hampir mencapai 4.000 NTU,” kata Dirut PDAM Tirta Kandilo Zamzami.

Mau tidak mau, lanjut Dirut PDAM Tirta Kandilo Zamzami, harus tetap diolah dengan biaya operasional yang lebih tinggi dan air bersih yang diproduksi pun berkurang.

“Kalau lumpurnya sudah mengendap, itu kita buang dan itu pasti mengurangi volume air bersih yang kita produksi,” ucap Dirut PDAM Tirta Kandilo Zamzami.

Sepanjang upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan pembatasan pembukaan lahan, Dirut PDAM Tirta Kandilo Zamzami yakin kualitas air bisa bertahan bahkan ditingkatkan lebih baik, mengingat tuntutan masyarakat akan air bersih akan terus mengalami peningkatan.

Karena itu pula, PDAM Tirta Kandilo tahun ini membangun Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih di Desa Muara Samu, sebagai jawaban dari penantian panjang masyarakat Kecamatan Muara Samu akan layanan air bersih.

Rencananya, WTP berkapasitas 10 liter/detik mulai diuji coba bulan Desember 2019, selanjutnya masyarakat PDAM Unit Muara Samu sudah bisa memberikan layanan sambungan baru. Begitu pula dengan WTP PDAM Unit Kuaro, kapasitasnya 20 liter/detik ditingkatkan menjadi 40 liter/detik.

“WTP PDAM Batu Engau dari kapasitas 5 liter/detik ditingkatkan menjadi 10 liter/detik. Ini supaya layanan air bersih PDAM semakin luas bisa dinikmati masyarakat, yakni dengan menambah kapasitas olah dan memperluas jangkauan layanan air bersih ke masyarakat,” jelasnya.

Apakah tarif pasang baru Rp 2.610.000/sambungan terjangkau masyarakat tidak mampu? Zamzami mengakui bahwa tarif pasang baru mengalami kenaikan sekitar 300.000/sambungan, tetapi tarif berlaku untuk pemasangan reguler/umum, yang tidak mampu bisa dibantu melalui program pemerintah.

“Tahun ini kita (Paser) 1.000 sambungan baru untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), lanjutan program tahun 2017 dan 2018, ini tahun terahir.

Halaman
12
Penulis: Sarassani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved