Berita Pemprov Kalimantan Utara

Setelah Raih Top 99, Si Pelandukilat Masuk Top 45 Inovasi 2019, Berpeluang Ikuti Kompetisi Dunia Loh

Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan untuk Wilayah Perbatasan (Si Pelandukilat) merupakan nama inovasi pelayanan publik Disdukcapil Kaltara

Setelah Raih Top 99, Si Pelandukilat Masuk Top 45 Inovasi 2019, Berpeluang Ikuti Kompetisi Dunia Loh
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-RB Syafruddin, belum lama ini. Penetapan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019, disampaikan Syafruddindi Kantor Kementerian PANRB, Rabu (14/8/2019). 

TANJUNG SELOR – Setelah sebelumnya berhasil meraih penghargaan Top 99 kategori pelayanan publik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, inovasi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bernama Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan untuk Wilayah Perbatasan (Si Pelandukilat), terpilih masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019.

Penetapan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019, disampaikan langsung oleh Syafruddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) di Kantor Kementerian PANRB pada Rabu (14/8/2019).

Top 45 diperoleh dari Top 99 yang diseleksi melalui tahap presentasi dan wawancara serta verifikasi dan observasi di lapangan.

Presentasi dan wawancara program inovasi Si Pelandukilat sendiri, dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di depan Tim Panel Independen di kantor Kemenpan-RB.

“Alhamdulillah atas capaian ini, saya selaku Gubernur Kaltara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Disdukcapil Kaltara juga Pemprov Kaltara yang telah berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu buktinya, Si Pelandukilat terpilih masuk pada Top 45 pada tahun ini,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto lambrie, Kamis (15/8/2019).

Pada Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 yang terpilih masuk, terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 5 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi.

Kemudian 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu inovasi. Proses seleksi Top 45 dilakukan oleh Tim Panel Independen dan Tim Evaluasi. Sementara penentuannya dilakukan oleh Tim Panel Inependen.

Gubernur mengatakan, sesuai berita yang dirilis oleh KemenPAN-RB dilaman situsnya, Menteri Syafruddin menyampaikan bahwa bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45, selain berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB juga akan mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID).

“ DID merupakan dana yang dialokasikan dalam APBN untuk memberikan penghargaan atau (reward) kepada provnisi, kabupaten/kota yang mempunyai kinerja baik salah satunya dalam hal pelayanan publik,” ungkap Irianto.

Lebih lanjut Irianto menyampaikan, direncanakan penghargaan Top 45 Inovasi akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada akhir Septermber 2019.

Untuk diketahui, program Si Pelandukilat adalah inovasi yang dilakukan untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara, lewat program jemput bola.

Bekerjasama dengan instansi terkait di kabupaten, Pemprov menyiapkan petugas untuk melayani pengurusan dokumen kependudukan bagi masyarakat di perbatasan.(humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved