Cerita Paskibra Saat Tangis dan Tawa Berkelindan Jadi Satu, Sedih Berpisah dengan Rekan Sejawat

“Kalau nangis sering banget, apalagi kalau lakukan kesalahan,” ujar Fatimah Zahra yang didapuk sebagai pembawa baki bendera.

Cerita Paskibra Saat Tangis dan Tawa Berkelindan Jadi Satu, Sedih Berpisah dengan Rekan Sejawat
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
SEDIH BERPISAH — Fatimah Zahra pembawa baki bender dari Paskibra Bontang mengaku sedih kala harus berpisah dengan teman-teman seperjuangannya. Proses latihan ekstra berhari-hari dilalui bersama membuat emosi mereka satu sama lain kian erat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Mimik wajah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sudah mulai riang. Tak seserius saat pelaksanaan apel HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia kemarin.

Di ball room Hotel Grand Mutiara, Jalan Arief Rahmam Hakim, para Paskibra dengan atribut lengkap dikumpulkan. Turut hadir pula orang tua yang duduk di deretan kursi belakang.

Mereka dikumpulkan oleh pelatih untuk mendengarkan pengumuman. Tepat hari ini, Minggu (18/8/2019) mereka dikembalikan ke orang tua setelah melalui karantina selama 1 bulan lebih.

Melalui masa-masa karantina cukup melelehkan bagi pelajar dari sejumlah sekolah di Bontang ini. Tangis dan keringat berpacu keluar tubuh, ketika panas terik menyengat mereka harus berbaris rapi.

Namun, justru pengalaman seperti itu yang membuat 45 remaja ini enggan berpisah. Mereka haru harus kembali ke keluarga. Sebulan lebih hidup bersama-sama melahirkan emosi kuat di antaranya.

Hal ini dialami, Fatimah Zahra pelajar SMA Negeri 1 Bontang sesaat setelah proses pelepasan. Ia mengaku sedih berpisah dengan rekan sebayanya. Hari-hari keras bersama 20 remaja perempuan dilalui sama-sama.

“Kalau nangis sering banget, apalagi kalau lakukan kesalahan,” ujar Fatimah Zahra yang didapuk sebagai pembawa baki bendera.

Tak terhitung kesedihan yang berkelindan dengan tawa di saat bersamaan terjadi. Semua proses keras selama latihan membuat dirinya lebih mandiri dan tanggung jawab.

“Ini pelajaran yang kami terima dari pelatih, bahkan hukuman saat salah menjadi kesan paling menarik,” ungkap Fatimah Zahra.

Anggot Paskibra Bontang, Fatimah Zahrah
Anggota Paskibra Bontang, Fatimah Zahrah (Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan)

Kesan mendalam juga dirasakan M Adam Arabiah pasukan 8 dalam formasi Paskibra ini mengaku sedih bercampur senang selama proses karantina.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved