Ibu Kota Baru

Spekulan Incar Sekitar Lokasi Calon Ibukota, Lahan Tidur di Samboja mulai Banyak yang Menawar

Kabar munculnya spekulan tanah di daerah sekitar lokasi rencana pemindahan ibukota negara bukan isapan jempol.

Spekulan Incar Sekitar Lokasi Calon Ibukota, Lahan Tidur di Samboja mulai Banyak yang Menawar
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
PENANDA GEOSPASIAL - Sebuah penanda milik Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia berada di kawasan RT 5 Kampung Sinjai, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Rabu (31/7). Penanda untuk foto udara yang biasa digunakan BIG RI untuk pemetaan sebuah kawasan ini sempat diyakini oleh warga kawasan tersebut sebagai patok wilayah pembangunan Pusat Pemerintah RI yang akan diputuskan oleh Presiden Jokowi pada Agustus mendatang 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMBOJA - Kabar munculnya spekulan tanah di daerah sekitar lokasi rencana pemindahan ibukota negara bukan isapan jempol.

Salah satu warga Kampung Lama, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Ramli (54) saat ditemui Tribun membenarkan hal tersebut.

"Ya, banyak sekarang orang luar yang datang nanya-nanya soal tanah di sini. Kita dulu susahnya mau jual tanah, gak ada yang beli. Sekarang malah banyak yang nawar," ungkap Ramli.

Kedatangan orang-orang yang mencari lahan sudah mulai sekitar 5 bulanan terakhir. Saat wacana pemindahan ibukota negara ke Kalimantan diumumkan pemerintah pusat. "Pasca pemerintah umumkan rencana pindah ibukota negara itu, mulai sudah," tuturnya.

Bahkan sebelum Presiden Joko Widodo bersama rombongan Menteri Kabinet Kerja meninjau kawasan Tahura Bukit Soeharto, Samboja, Kukar, masyarakat yang memiliki lahan di sekitar lokasi mulai didatangi orang menanyakan soal tanah.

"Sebelum ke sini (Jokowi). Masih ramai di berita-berita, mas. Yang saya maksud ini lahan tidur, yang tak ada bangunan. Nah, sekarang sudah mulai ditawar orang," ungkapnya.

Tanah warga yang tinggal di Samboja sejak 1974 yang terletak di kawasan pantai, Kelurahan Teluk Pemedas, Samboja sudah ditawar empat orang. Mereka merayu dirinya menjual tanah dengan luas sekitar 3 hektare.

"Tanah saya itu, dengan berita-berita itu, walaupun belum pasti (ibukota pindah ke Kaltim). Ada empat orang yang nawar. Dulu nggak ada yang mau beli, sekarang nanya, pak mau dijual berapa," ungkapnya.

Lebih lanjut, PNS di Selok Api Laut ini membeberkan, warga di kawasan Koala hingga Senipah menuju arah laut dari informasi yang dihimpunnya banyak didatangi spekulan tanah.

Pun dengan warga yang memiliki lahan tidur di Kelurahan Bukit Merdeka yang paling dekat dengan akses jalan tol.

TAHURA BUKIT SOEHARTO - Jalan Tol Balikpapan Samarinda membelah Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan Samarinda, Selasa (7/5). Sisi Timur (kiri) dan Sisi Barat (kanan) Jalan Tol Balikpapan Samarinda merupakan lokasi yang ditawarkan Pemprov Kaltim untuk menjadi lokasi Ibukota Negara yang baru (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)
TAHURA BUKIT SOEHARTO - Jalan Tol Balikpapan Samarinda membelah Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan Samarinda, Selasa (7/5). Sisi Timur (kiri) dan Sisi Barat (kanan) Jalan Tol Balikpapan Samarinda merupakan lokasi yang ditawarkan Pemprov Kaltim untuk menjadi lokasi Ibukota Negara yang baru (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) (Tribunkaltim.co / Fachmi Rahman)
Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved