Tahura Lati Petangis di Paser Perlu Punya Brigade Karhutla, Sudah Punya Peralatan Pemadam yang Layak

Personel Posko Karhutla ada 7 orang, termasuk security yang berjaga di Posko. Selama dua hari mereka bekerja bergantian, tentunya belum ideal

Tahura Lati Petangis di Paser Perlu Punya Brigade Karhutla, Sudah Punya Peralatan Pemadam yang Layak
(istimewa, DLH Paser)
Personel Posko Siaga Karhutla di Tahura Lati Petangis yang melakukan upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran di kawasan konservasi Tahura belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Musim kemarau, Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis Kabupaten Paser tak lepas dari ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan luasan 3.400 hektar, area konservasi ini perlu punya satuan brigade karhutla berjumlah 15 orang.

Padahal selama ini menurut Kasi Perlindungan Pengawetan dan Pemanfaatan Tahura pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Syarifuddin, Senin (19/8/2019),

Tahura baru punya 7 orang personel gabungan, termasuk petugas keamanan Tahura.

"Personel Posko Karhutla ada 7 orang, termasuk security yang berjaga di Posko. Selama dua hari mereka bekerja bergantian, tentunya belum ideal dengan luas lahan yang perlu dijaga," kata Syarifuddin.

Saat ini, lanjut Syarifuddin, Tahura punya peralatan pemadam kebakaran. Seperti 2 unit mobil pemadam jenis jeep, 2 unit mobil pemadam truk, 1 unit mobil water suplai, 1 unit sepeda motor, pompa punggung (genpo), pompa jinjing (waterex) dan peralatan karhutla lainnya.

Dengan peralatan seperti itu, Tahura sudah layak membentuk brigade karhutla, yakni brigade yang fokus menangani kebakaran hutan di kawasan Tahura. “Selain itu juga bisa diberdayakan membantu jika ada kebakaran di tempat lain," ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Syarifuddin, demi menjaga kawasan Tahura aman dari bahaya kebakaran, apalagi kedepan Tahura akan jadi kawasan wisata unggulan.

Dan sebagai tindaklanjut instruksi Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim, DLH Paser membentuk Posko Siaga Karhutla tanggal 9 Agustus 2019.

“Sejak dibentuk, Posko telah berhasil memadamkan 2 titik hotspot agar tidak meluas. Dan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan patroli, tentunya dengan jumlah 7 personil termasuk security belum ideal dibandingkan luas lahan yang perlu dijaga," tambahnya. (*)

Baca Juga;

Guru Honorer Setubuhi Siswi SMA Seusai Pelajaran Selesai, Aksi Mesum Juga Tercium Pemilik Kos

Agenda Timnas Indonesia Bisa Untungkan Borneo FC di Liga 1 2019, Berikut Skemanya

Gubernur Kaltim Siap Presentasi 15 Menit soal Lokasi Ibukota Negara, Ini 6 Hal yang Dipaparkan

Spekulan Incar Sekitar Lokasi Calon Ibukota, Lahan Tidur di Samboja mulai Banyak yang Menawar

Penulis: Sarassani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved