Bukan Hanya Soal Aturan, Mobil Murah Konsumsi BBM Premium dan Pertalite Berdampak Buruk ke Mesin

Meski sudah dilarang, kenyataan di lapangan banyak di temukan pemilik mobil murah mengisi BBM jenis Premium dan Pertalite.

Bukan Hanya Soal Aturan, Mobil Murah Konsumsi BBM Premium dan Pertalite Berdampak Buruk ke Mesin
tribunnews.com
Ilustrasi SPBU 

Alasan utama, semua model LCGC dirancang menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi dari Premium dan Pertalite.

Tetapi, pada kenyataannya banyak di temukan pemilik mobil murah mengisi BBM jenis Premium dan Pertalite.

Padahal efek jangka panjang bisa mempengaruhi atau menurunkan kinerja mesin.

Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto2000 cabang Bekasi Barat, mesin mobil murah termasuk yang sudah Euro IV semestinya menggunakan BBM Research Octane Number (RON) di atas 95, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal tersebut dikarenakan kompresi tinggi, yaitu 11:1, sehingga pembakaranya lebih sempurna.

"Sehingga dengan RON di atas 95 akan lebih mudah mendapatkan performa maksimal, lebih irit dan dalam jangka waktu panjang menghindari ruang bakar terjadi kerak karbon yang banyak," ujar Sapta kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Apabila dipaksa mengkonsumsi BBM jenis Premium dan Pertalite maka akan timbuk efek buruk pada sektor mesin, terutama buat jangka waktu yang panjang.

"Pembakaran menjadi kurang maksimal, dan jangka panjangnya bisa timbul kerak karbon yang lebih banyak, sehingga yang dirasakan mesin menjadi ngelitik (knocking) dan boros BBM," ucap Sapta lagi.

Imbauan PT Yamaha

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan, sepeda motor yang diproduksi dan dijual saat ini sudah memiliki standar emisi yang tinggi.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved