Kompensasi Blackout Dinilai Tak Sesuai Ekspektasi Publik, Menteri BUMN Janji Temui Menteri ESDM

Menurut Rini, musibah padamnya listrik kali ini adalah satu gangguan yang agak lama dibandingkan dengan gangguan-gangguan sebelumnya.

Kompensasi Blackout Dinilai Tak Sesuai Ekspektasi Publik, Menteri BUMN Janji Temui Menteri ESDM
DOK/TRIBUNNEWS
Ilustrasi - listrik padam 

TRIBUNKALTIM.CO - Para pelanggan listrik menilai kompensasi dari PLN akibat padamnya listrik, 4 Agustus lalu, tidak sesuai harapan.

Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Rini Soemarno berjanji akan membicarakan hal tersebut dengan Menteri ESDM Ignasius jonan.

“Terus terang saya baru menerima laporan mengenai kompensasi ini, saya belum bicara lagi dengan Pak Jonan,” ujar Rini yang Senin siang (19/8/2019) ini mengundang beberapa pemimpin redaksi dan direksi BUMN di kantor PLN Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Jakarta.

Rini, yang baru dua hari lalu pulang dari beribadah haji di Tanah Suci, menyatakan bahwa soal kompensasi kepada para pelanggan PLN akibat blackout listrik dua pekan lalu itu merupakan ranah Kementerian ESDM.

Untuk itu dia perlu bertemu dengan Jonan.

“Agar bagaimana kita bisa mengkalkulasi mengenai kompensasi ini,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

Menurut Rini, musibah padamnya listrik kali ini adalah satu gangguan yang agak lama dibandingkan dengan gangguan-gangguan sebelumnya.

“Kalau dulu kan biasanya mati sebentar karena tegangan listrik terganggu, atau memang ada satu gardu mati,” katanya.

“Kalau ini kan gangguan dalam jangka waktu yang lama dan beramai-ramai. Mungkin ini harus ada kebijakan tersendiri, akan saya bicarakan dengan Pak Jonan,” ungkap Rini.

PLN sendiri mendasarkan perhitungan kompensasi pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved