Konflik Agraria dan Intoleransi Mewarnai Deretan Kasus Pelanggaran HAM di Kalimantan Utara

Aduan tersebut terdiri atas 2 aduan pelanggaran agraria di Bulungan dan satu kasus intoleransi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Konflik Agraria dan Intoleransi Mewarnai Deretan Kasus Pelanggaran HAM di Kalimantan Utara
Tribunkaltim.co/Muhammad Arfan
Munafrizal Manan (Dua dari kanan) berbicara dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi pelanggaran agraria.

Hal ini disampaikan Komisioner Mediasi Komnas HAM RI Munafrizal Manan kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (20/8/2019).

Dia menyebutkan, Komnas HAM sudah menerima 3 aduan dari masyarakat Kalimantan Utara.

Aduan tersebut terdiri atas 2 aduan pelanggaran agraria di Bulungan dan satu kasus intoleransi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara

Sedangkan untuk pelanggaran penataan kelembagaan dan pelanggaran HAM berat di provinsi ini tidak ditemukan.

Munafrizal Manan menyebutkan, kasus pelanggaran agraria tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Komnas HAM dengan mengirimkan surat dan meminta klarifikasi dari yang pihak-pihak yang bersangkutan.

"Tetapi sampai saat ini belum ada masuk ke mekanisme mediasi. Akan tetapi kita upayakan mediasi. Kami masih melihat perkembangan," ujarnya.

Sebetulnya, Komnas HAM mendorong agar agar pelanggaran agraria selesai di tingkat daerah.

Sebeb pemerintah daerah yang mengetahui secara pasti persoalan di daerah dan mengetahui kebijakan-kebijakan penyelesaian yang harus diambil.

"Karena sudah terlanjur masuk ke Komnas HAM, maka kami wajib untuk menindaklanjuti. Sekarang masih beproses," sebutnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved