Bocah 10 Tahun Diterkam Buaya saat Duduk di Perahu, Sang Ayah Hanya Temukan Potongan Kepala dan Kaki

Sebelumnya diketahui bahwa bocah itu digigit oleh buaya air asin saat duduk di perahu kayu kecil bersama dua saudara kandungnya

Bocah 10 Tahun Diterkam Buaya saat Duduk di Perahu, Sang Ayah Hanya Temukan Potongan Kepala dan Kaki
The Sun
Dimakan Buaya Hidup-hidup, Bocah 10 Tahun Diseret saat Duduk di Bagian Belakang Perahu 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang ayah telah menemukan kepala dan kaki putranya setelah bocah berusia 10 tahun itu diseret dari dari perahu oleh buaya.

Sebelumnya diketahui bahwa bocah itu digigit oleh buaya air asin saat duduk di perahu kayu kecil bersama dua saudara kandungnya di pulau Balabac di Filipina.

Dilansir dari The sun, Kamis (15/8/2019), dia dilaporkan duduk di belakang perahu saat serangan itu terjadi.

Ayah bocah itu mencarinya dalam semalam, tetapi jenazahnya yang mengerikan kemudian baru ditemukan keesokan harinya oleh seorang nelayan di rawa bakau terdekat.

Polisi mengatakan bahwa bagian-bagian tubuh itu ditemukan pada hari Selasa.

Buaya air asin adalah reptil hidup terbesar di dunia, ia dapat tumbuh hingga sepanjang enam meter dan berat hingga 1.000 kg.

Mereka berasal dari habitat air asin dan lahan basah payau dari pantai timur India melintasi Asia Tenggara hingga Australia utara.

Mereka adalah predator puncak, dan biasanya menyerang mangsanya sebelum menenggelamkannya atau memakannya utuh.

Satu abad penipisan habitat, penangkapan ikan dengan dinamit, dan perburuan ilegal berarti mereka sekarang merupakan spesies yang terancam.

Populasi yang terus bertambah dan permintaan kulit kayu bakau, yang dapat dijual secara ilegal untuk digunakan dalam pembuatan pewarna, membawa manusia ke dalam peningkatan kontak dengan buaya di Filipina.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved