Ibu Kota Baru

Cerita Gubernur Kaltim Isran Noor yang Bertanya-tanya, Ada Apa Presiden Jokowi Memanggil Dirinya

Setelah saya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Istana Negara 6 Agustus lalu, tiba-tiba saya dipanggil.

Cerita Gubernur Kaltim Isran Noor yang Bertanya-tanya, Ada Apa Presiden Jokowi Memanggil Dirinya
Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Gubernur Kaltim Isran Noor 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menceritakan pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, Gubernur Kaltim Isran Noor awalnya sedikit kaget saat diminta orang nomor satu di Indonesia itu untuk datang menemuinya.

Sebab, selain membahas soal Ibu Kota Baru Negara Indonesia, ada persoalan lainnya yang juga dapat menjadi topik pertanyaan Jokowi kepada Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Setelah saya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Istana Negara 6 Agustus lalu, tiba-tiba saya di panggil Pak Presiden.

Saat itu, saya bertanya-tanya, ada apa Presiden memanggil saya,” ujarnya saat menyampaikan pemaparan diacara Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), bertemakan Menuju Ibukota Masa Depan Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable, pada Rabu (21/8/2019), pukul 15.00 WITA, di Hotel Swiss-Belinn Balikpapan, Jalan Jendral Sudirman, Nomor 345.

“Saya kira dipanggil Pak Presiden karena persoalan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov). Ternyata, Pak Presiden mau bertanya-tanya soal rencana lokasi IKN di Kaltim,” lanjutnya sembari diwarnai senyum kecil diwajahnya dan disambut tawa serta tepuk tangan peserta tamu undangan di acara dialog nasional kali itu.

Tanpa menggunakan bahan presentasi dari Bappeda Kaltim dalam penyampaian materi, Isran hanya mengandalkan kemampuannya secara natural.

Isran bahkan sering menyelipkan candaan-candaan ringan ditengah-tengah pemaparan materi yang juga dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Regional Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, Rudy Soeprihadi Prawiradinata.

“Kalau saya melihat mimik wajah Pak Presiden saat pertemuan itu. Saya yakin, IKN akan dipindahkan di Kaltim. Dalam pertemuan itu, saya menyampaikan soal kesiapan lahan yang nantinya digunakan untuk IKN. Namun, tidak membahas soal apakah lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto merupakan hutan lindung atau bukan,” punkasnya.

Ditanyakan apakah Presiden Jokowi mengetahui Tahura Bukit Soeharto bukan merupakan hutan lindung, dan kawasan hutannya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur milik negara, Isran mengungkapkan, secara detail Presiden Jokowi tidak menanyakan status kawasan lahan rencana perpindahan ibu kota.

“Beliau (Presiden) hanya menyatakan, tahura harus dilakukan revitalisasi. Dan saya menyatakan, ia bisa. Jadi, saya sampaikan maka 30 persen dari luasan lahan tahura digunakan infrastruktur milik negara. Sedangkan, 70 persen lainnya akan dijadikan kawasan hutan,” tuturnya. 

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved