Dari Rp 466 Triliun untuk Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Jokowi Sebut dari APBN Hanya Sedikit

Presiden Jokowi angkat suara di ILC yang mengangkat tema urgensi pemindahan ibu kota ke Kalimantan, dan singgung APBN yang dihabiskan untuk ini

Dari Rp 466 Triliun untuk Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Jokowi Sebut dari APBN Hanya Sedikit
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Usai Salat Idul Adha di Kebun Raya Bogor, Jokowi dan Iriana Bersalaman dengan Warga, Minggu (11/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dari Rp 466 Triliun untuk Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Jokowi Sebut Hanya Segini yang Diambil dari APBN.

Presiden Jokowi angkat suara di ILC yang mengangkat tema urgensi pemindahan ibu kota ke Kalimantan, dan singgung APBN yang dihabiskan untuk ini.

Dilansir dari Tribun Solo, Presiden Jokowi angkat bicara soal dana pemindahan Ibu Kota Negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jokowi dalam tayangan Indonesia Lawyers Club atau ILC di Tv One yang tayang, Selasa (20/8/2019) malam.

Dalam cuplikan video saat ditemui di Istana, Jokowi menyebut telah memiliki skema dalam pendanaan untuk memindahkan Ibu Kota Negara.

Pemindahan Ibu Kota, REI Kaltim Khawatir Inflasi Tinggi Bisa Gagalkan Penetapan Lokasi Ibu Kota Baru

Jokowi menyadari akan muncul banyak pro dan kontra terkait keputusan pemindahan Ibu Kota Negara.

Meski demikian, Jokowi merasa pemindahan Ibu Kota Negara tetap perlu dilakukan.

"Masalah pindahnya Ibu Kota itu biasa ada pro kontra," kata Jokowi sambil tersenyum ringan.

"Ada masukan-masukan yang baik."

"Harus kita dengarkan sebagai evaluasi dan koreksi sebelum kita memulai pekerjaan besar ini," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved