Korupsi

Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 1,3 M Pilwali Balikpapan Masuk Penyidikan, Kejari Segera Panggil KPU

Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan telah menerima hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim

Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 1,3 M Pilwali Balikpapan Masuk Penyidikan, Kejari Segera Panggil KPU
Tribunkaltim.co, Aris Joni
Kasi Pidsus Kejari Balikpapan, Agus Suryatna 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Walikota (Pilwali) periode 2015-2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan nampaknya berlanjut dan semakin serius.

Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan telah menerima hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim dan menemukan adanya kerugian negara sekitar Rp 1,3 miliar.

Hal itu diungkapkan langsung Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Balikpapan, Agus Priyatna belum lama ini kepada Tribunkaltim.co."Sudah ada hasil auditnya dari BPKP, memang ada kerugian negara," ujarnya.

Baca juga:

Senin Depan, Berkas Rusdiana Tersangka Korupsi RPU Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda

Lanjut Agus, anggaran hibah yang diberikan pemkot Balikpapan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan saat itu senilai Rp 42 miliar dan kasus tersebut mulai diselidiki sejak akhir tahun 2018 lalu. Sejak keluarnya audit dari BPKP tersebut, kemudian pada Selasa, (13/8/2019) lalu dinaikkan ke tahap penyidikan."Rencana kita akan memanggil kembali pihak yang bersangkutan," ungkapnya.

Ia membeberkan, modus korupsi yang dilakukan dalam dugaan tipikor dana hibah KPU ini adalah adanya dugaan mark-up anggaran dalam pengadaan barang dan jasa, serta adanya juga dugaan laporan-laporan kegiatan fiktif.

"Bukti-bukti sudah ada, dari hasil keterangan pihak KPU yang kita panggil dan adanya hasil audit BPKP ini, makanya kita naikkan ke penyidikan," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kasus tersebut pihaknya juga telah mengamankan beberapa alat bukti seperti sejumlah berkas yang berada delapan box plastik."Itu bukti-bukti yang sudah kita amankan dari KPU" bebernya.

Baca juga:

Direktur Utama hingga Mantan Anggota DPR, Inilah Sosok dan Peran 4 Tersangka Baru Korupsi e-KTP

Agus menambahkan, dengan ditingkatkannya kasus tersebut ke penyidikan, dalam waktu dekat pihak Kejari Balikpapan akan melakukan pemanggilan terhadap pihak KPU Kota Balikpapan.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved