Konsumsi Bahan Bakar Mobil Keluaran Terbaru Bakal Lebih Boros Jika Gunakan Premium?

Mobil yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) oktan rendah, seperti Premium 88 dan Pertalite 90 dinilai akan lebih boros

Konsumsi Bahan Bakar Mobil Keluaran Terbaru Bakal Lebih Boros Jika Gunakan Premium?
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
ILUSTRASI - Petugas mengisikan bahan bakan minyak jenis Premium ke tanki mobil konsumen di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015). Pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan solar dalam waktu dekat. Berencana menurunkannya menjadi Rp 6.400-6.500 per liter. 

Imbauan PT Yamaha

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan, sepeda motor yang diproduksi dan dijual saat ini sudah memiliki standar emisi yang tinggi.

Alhasil, penggunaan bahan bakarnya patut diperhatikan, jangan asal pakai BBM berkualitas atau oktan rendah.

Baca juga :

Konsumsi Bensin Motor Matik Yamaha NMAX dalam Satu Liter Bensin, Berikut Rincian Penjelasannya

Usulan Gubernur Diakomodir dalam Program Satu Harga BBM, 8 Titik APMS Terpencil Beroperasi

Manager Marketing YIMM Antonius Widiantoro menanggapi pernyataan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), yang menyebutkan motor sebagai sumber polusi udara di DKI Jakarta dan bahan bakar di bawah RON 92 seharusnya dihapus.

"Produk yang kami hasilkan sudah sesuai dengan standar regulasi emisi yang berlaku, karena produksi Yamaha juga merupakan produk yang di ekspor. Sehingga, sudah pasti ramah lingkungan dan telah dilengkapi dengan eco indikator yang membantu pengendara agar motor lebih irit dan efisien," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Namun, Anton tak dapat menampik bahwa masih banyak pemilik kendaraan yang acuh atau tidak memperhatikan kesehatan mesin motornya dengan menggunakan bahan bakar kualitas rendah, seperti Premium atau Pertalite.

"Semakin tinggi standar emisi yang ditetapkan dibutuhkan jenis bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi pula. Karena Apabila tetap menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yg rendah akan menimbulkan efek detonasi atau knocking. Rata-rata kendaraan sekarang memiliki kompresi yang tinggi," ujar dia.

Baca juga : 

Pipa Minyak Terbakar, Pertamina Pastikan Tak Hambat Distribusi BBM dan LPG

Pengetab Kuras BBM di Permukiman Warga, Tim Pengawasnya Mana?

"Bicara tentang produk Yamaha, tentu kita menyesuaikan dengan pasar yang ada. Tapi balik lagi, pemilihan bahan bakar itu ada di sisi konsumen. Selama masih dipasarkan, kita tidak dapat menampiknya," kata Anton.

Sebelumnya, Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB menyatakan bahwa bahan bakar berkualitas rendah seperti Premium 88, Solar, Dexlite, dan Pertalite 90 ikut menyumbangkan tingginya polusi udara di DKI Jakarta, melalui emisi gas buang kendaraan bermotor.

Oleh sebab itu, disarankan kepada pemerintah untuk menghentikan produksi dan penjualan keempat jenis bahan bakar tersebut. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved