Mobil Tak Digunakan Selama 14 Hari, Aki Sebaiknya Dicas Ulang

Arus listrik pada aki harus terus bersirkulasi agar menghindari arus di aki menjadi drop atau soak.

Mobil Tak Digunakan Selama 14 Hari, Aki Sebaiknya Dicas Ulang
(KOMPAS.com / Aditya Maulana)
Ilustrasi pemasangan aki mobil 

TRIBUNKALTIM.CO - Idealnya, mobil harus sering dipakai agar pengisian ke aki terus terjadi.

Arus listrik pada aki harus terus bersirkulasi agar menghindari arus di aki menjadi drop atau soak.

Dilansir Gridoto.com, aki pun memiliki batas waktu bila didiamkan lama di mobil.

Bila tidak, aki harus dilakukan pengecasan ulang untuk mengembalikan daya listriknya.

Nah, seberapa lama batas waktu amannya aki itu disimpan?

Syahrudin yang menjabat sebagai Battery Technical Advisor PT Astra Otoparts menjelaskan hal tersebut.

Dirinya menyebutkan bahwa setidaknya aki jangan melebihi waktu 2 minggu atau 14 hari.

"Idealnya, agar arus listrik aki tetap terjaga jangan sampai melebihi waktu 2 minggu. Bila melebihi waktu itu arus listrik pada aki biasanya akan berkurang dan mobil sulit di starter," ucap Syahrudin.

Hal ini berlaku untuk aki kering maupun aki basah. Lho mengapa 2 minggu?

Menurutnya lagi, dalam rentang waktu tersebut arus aki akan terus berkurang sedikit demi sedikit karena adanya arus duct current.

"Pada komponen kelistrikan mobil itu harus terus mendapat arus listrik seperti ECU dan lainnya, nah ini duct current arus listrik yang terus menguras daya listrik aki sedikit demi sedikit," tambahnya.

Untuk melakukan cas aki bisa dilakukan dengan cara aki masih terpasang di mobil atau dilepas.

Kalau diperlukan untuk melepas aki, pastikan memiliki aki cadangan agar kelistrikan pada mobil masih tetap terjaga.

Jangan sampai arus listrik terputus yang menyebabkan komponen mobil kehilangan arus listrik. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved