Terungkap, 7 Penilaian Bappenas Kepada Calon Lokasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata membeberkan penilaian calon lokasi Ibu Kota Negara di Kaltim

Terungkap, 7 Penilaian Bappenas Kepada Calon Lokasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan presentasi di hadapan pejabat se-Kalimantan di Novotel Balikpapan, Selasa (20/8/2019). Kegiatan ini merupakan Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2020-2024. 

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menjelaskan tentang berbagai rencana pembangunan yang akan direalisasikan kedepannya.

Salah satu proyek yang dipresentasikan adalah pabrik pembangunan smelter.

Namun untuk membangun itu harus membutuhkan sumber daya listrik.

Karena itu, pemerintah Kalimantan Utara akan membangun bendungan PLTA di kawasan Sungai Kayan.

PLTA direncanakan akan dibangun di tahun 2019.

"Misalnya tahun ini pembangunan PLTA-nya. Maka tahun depan industri smelter sudah dimulai. Begitu juga industri lain," kata Irianto Lambrie, seraya menyebut infrastruktur pendukung berjalan secara barengan.

Biaya pembuatan PLTA diperkirakan memakan biaya sekitar ratusan triliun rupiah.

"Kalau hitungan 1 megawatt listrik PLTA itu kan secara universal 1,5 sampai 2 juta USD. Bisa ratusan triliun (rupiah)," kata Irianto.

Untuk pembangunan smelter berdasarkan segi kelayakan.

Menurutnya, iklim investasi kawasan di Kalimantan berbeda dengan Pulau Jawa.

Biaya lebih menjadi hambatan untuk investasi di Kalimantan.

Di sela-sela presentasinya ia mengeluarkan statement dukungan terhadap Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara.

"Semua Kalimantan itu sama. Tapi kalau disuruh milih, Kaltim karena terdekat dengan Kaltara," tutur Irianto.

Sontak tepuk tangan bergemuruh ketika Irianto melontarkan ucapan tersebut.

Kegiatan hari merupakan rangkaian acara Konsultasi Regional dari Bappenas.

Bappenas mengadakan kegiatan Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2020-2024, yang rencananya akan dilaksanakan selama dua hari, pada Selasa (20/8/2019)-Rabu (21/8/2019), di Novotel Balikpapan.

Isu seputar ibu kota negara di Kalimantan menjadi jualan bagi beberapa gubernur yang hadir dalam acara tersebut.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran juga tak mau ketinggalan untuk memaparkan pembangunan untuk menjadikan daerah sebagai ibukota negara.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta maaf secara langsung kepada Gubernur kaltim Isran Noor, Selasa (20/8/2019) dalam rapat Konsultasi Regional Pulau Kalimantan, di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di akhir penyampaian tanggapannya terhadap RPJMN pemerintah pusat, Sugianto Sabran menutupnya dengan berkelakar dengan Isran Noor, yang saat itu duduk bersampingan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.

"Masalah ibu kota pemerintah indonesia, Kalimantan Tengah, mohon maaf abang saya Isran Noor. Kalimantan Tengah tidak meminta, tapi kami punya catatan sejarah historis yang baik tahun 1950," ujarnya, seraya disambut tepuk tangan peserta Konreg.

Untuk diketahui, pada 1950-an, Presiden RI pertama Soekarno sempat melirik daerah di Kalimantan Tengah sebagai ibu kota negara.

Peletakan batu pertama pembangunan awal Kota Palangkaraya, jadi langkah lanjutan dari wacana kala itu.

Secara simbolis diperlihatkan dengan pembangunan tugu peringatan, yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 17 April 1957. 

"Usaha sudah ada, doa sudah ada. Tinggal menunggu takdir Allah. Karena mau Kaltim atau Kalteng, itu hal biasa," katanya.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Gubermur Kaltim pun sempat berkelakar.

• ESDM Turunkan Kuota Batu Bara Kaltara 6,2 Juta Ton, Irianto Ingatkan Pelaku Tambang Penuhi DMO

• Tanah di Sotek Penajam Bukan Rawa Bergambut dan Berbatu Bara, Cocok jadi Ibu Kota Baru RI 

• Digagas Sejak 2009, PLTA Sungai Kayan Kaltara Tak Kunjung Terwujud Butuh Dana Rp 33 Triliun

Isran Noor belakangan diketahui seharusnya menyampaikan tanggapan di akhir, alias nomor urut 5 dari kepala daerah yang hadir di Konreg.

"Mohon maaf rekan-rekan, ini bukan menyalip," tuturnya seraya disambut riuh rendah tawa dan tepuk tangan. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved