Tuntut Tanggung Jawab, Keluarga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Perusahaan

Perusahaan tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, berlokasi di Desa Lamin Talihan, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tuntut Tanggung Jawab, Keluarga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Perusahaan
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
Peti yang berisi jenazah korban dibawa pihak keluarga ke kantor PT Manunggal Adi Jaya (MAJ) guna meminta pertanggung jawaban perusahaan, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah warga Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangi kantor perusahaan PT Manunggal Adi Jaya (MAJ) di Jalan Siradj Salman, Blok A, Nomor 9, Samarinda.

Perusahaan tersebut bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, berlokasi di Desa Lamin Talihan, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bukan tanpa alasan sejumlah warga NTT mendatangi kantor perusahaan, bahkan warga sempat menginap di depan kantor tersebut. Pihaknya menuntut agar hak-hak anggota keluarga mereka yang telah meninggal dipenuhi oleh perusahaan.

Bahkan, jenazah korban yang telah dimasukan ke peti juga turut dibawa ke kantor perusahaan. Peti berisi jenazah tersebut diletakan keluarga korban di lobi kantor perusahaan.

Lande (41), perwakilan keluarga korban menjelaskan, korban meninggal atas nama Oce Sae (37). Korban telah bekerja diperusahaan tersebut sejak 2013 lalu, bertugas sebagai pemetik biji sawit.

Sebelum meninggal, korban mengidap penyakit kambuhan yang membuatnya harus menjalani perawatan. Pada Sabtu (17/8) lalu, sekitar pukul 10.00 Wita, suami korban membawanya ke Puskesmas Kahala untuk dilakukan perawatan.

Kendati telah mendapatkan perawatan, nyawa korban tidak terselamatkan, di hari yang sama korban meninggal dunia sekitar 22.00 Wita.

"Dua hari kemudian baru kita bawa ke Samarinda. Kemarin (20/8) sore kami sudah berada di kantor ini, kami tidur di depan kantor saja," ucapnya, Rabu (21/8/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, dibawanya jenazah korban ke kantor perusahaan sebagai bentuk kekecewaan pihak keluarga terhadap pihak perusahaan, yang dinilai tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa yang menimpa karyawannya.

"Kami bawa ke sini, karena di lokasi perusahaan tidak ada yang bisa ambil keputusan. Kita hanya ingin perusahaan bertanggung jawab, karena sejak perawatan di Puskesmas, biasa dari kami semua," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved