Cabai Masih Jadi Momok Inflasi Kaltim, BI Sarankan Gerakan Tanam Cabai di Pekarangan

Cabai rawit nyumbang 0,5 persen dan cabai merah andil 0,03 persen inflasi Kaltim per Juli 2019 yang capai 2,08 persen.

Cabai Masih Jadi Momok Inflasi Kaltim, BI Sarankan Gerakan Tanam Cabai di Pekarangan
TribunKaltim.Co/Nalendro Priambodo
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Tutuk SH Cahyono (kanan) dan Wakil Wali Kota Samarinda, Barkati Kamis (22/8/2019) di kantornya BI Kaltim saat rapat tim pengendali inflasi daerah (TIPD). 

Bahkan, Tutuk menyarankan di era revolusi industri 4.0, perlu kiranya menghubungkan langsung produsen dan konsumen bahan pokok melalui aplikasi digital.

Lewat media ini, rantai pasokan bisa dipangkas, harga stabil dan produsen dan konsumen bisa sama-sama untung.

"Bisa ajak millenial memonitor dengan gadgetnya. BUMD bisa diajak bangun rumah tani. Harga bisa terpantau sejak dini," katanya.

Selain cabai, 3 komoditas lain yang masuk jajaran top 5 penyumbang inflasi hingga Juli 2019 masih didominasi komoditas seperti daging ayam ras sebesar 0,7 persen dan biaya musiman seperti biaya sekolah dasar dan menengah masing-masing 0,4 persen.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas menyampaikan upaya Pemkot menekan inflasi ini, salah satunya dengan menyelipkan program menanam 10 ribu bibit cabai di kampung Keluarga Sindang Sari, Sambutan. "Ketika harga cabai melonjak, cabai nya kita keluarkan  dan jual ke pasar," katanya.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber penelitian pertanian menyebut, satu pohon cabai bisa menghasilkan 5-6 ons.

"Supaya jangan tergantung dengan cabai, mari berdayakan tanam cabai di rumah," kata Wakil Walikota Samarinda, Barkati menambahkan. (*)

Baca Juga

Bank Indonesia Balikpapan Kenalkan QRIS, Satu Barcode Untuk Semua Pembayaran

Harga Cabai dan Daging Ayam di Kabupaten Berau Naik Lagi, Ini Faktor Pemicunya

Harga Cabai Meroket, Pemkot Samarinda Akan Datangkan dari Sulawesi Selatan

Harga Cabai di Kota Samarinda Naik Tajam, Pedagang Makanan Mulai Putar Otak

Cuaca Buruk Memicu Naiknya Harga Cabai di Kabupaten PPU, Sempat Menyentuh Rp 100 Ribu/Kg

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved