Mahakam Ulu Dilanda Musim Kemarau, Beras Ukuran 25 Kg Naik Harga Rp 500 Ribu, Ini Penyebabnya

Pemerintah Kabupaten Mahulu, memberlakukan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus barang yang dapat digunakan para pengusaha di dua kecamatan tersebut.

Mahakam Ulu Dilanda Musim Kemarau, Beras Ukuran 25 Kg Naik Harga Rp 500 Ribu, Ini Penyebabnya
TribunKaltim.Co/Febriawan
Kondisi Sungai Mahakam di Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu atau Mahulu, Kalimantan Timur yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang, yang mengakibatkan suplai barang ke pelosok menjadi terhambat pada Minggu (18/08/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Guna mengantisipasi adanya lonjakan harga sembako akibat musim kemarau di daerah Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pihak pemerintah kabupaten Mahakam Ulu meluncurkan program transportasi subsidi. 

Ongkos angkutan sungai meningkat tajam, sejak jarang hujan turun di Mahakam Ulu. Hal yang terasa, berdasarkan pengamatan Tribunkaltim.co terjadi di dua kecamatan.

Yakni berada di Long Pahangai dan Long Apari, Mahakam Ulu

Ongkos angkutan umum transportasi sungai saat ini naik dua kali lipat akibat kemarau panjang yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan ini.

Saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Asisten II Setkab Mahulu E. Tek Hen Yohanes, yang Membidangi Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahtraan Masyarakat, Rabu (21/8/2019) siang, menjelaskan.

Pemerintah Kabupaten Mahulu, memberlakukan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus barang yang dapat digunakan para pengusaha di dua kecamatan tersebut.

 "Ia kami telah memberikan SOA terhadap pelaku usaha di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Langkah ini dilakukan guna untuk menekan harga sembako yang terus meningkat di daerah tersebut," ungkapnya. 

Untuk diketahui harga sembako di dua daerah yang berada di hulu sungai dan berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia tersebut, mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

"Seperti harga beras yang biasa perkarungnya dengan bobot 25 kg Rp 300 ribu per sak saat ini mencapai Rp 800 ribu per sak," katanya. 

Hal itu terjadi lantaran debit air Sungai Mahakam yang selama ini menjadi urat nadi masyarakat di Mahakam Ulu atau Mahulu, khususnya dua Kecamatan itu dalam kondisi debit air turun menipis sehingga kapal kapal pengakut barang tidak bisa melintas.

Halaman
1234
Penulis: Febriawan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved