Satker Dibantu Tim Khusus Pemprov Kalimantan Utara Tuntaskan Lahan 3 Pos Lintas Batas Negara

Penyediaan lahan PLBN dalam waktu segara menurut Thamrin Husain adalah yang penting mengingat tahap pelelangan proyek PLBN tengah berjalan.

Satker Dibantu Tim Khusus Pemprov Kalimantan Utara Tuntaskan Lahan 3 Pos Lintas Batas Negara
Dok Tribunkaltim.co
Medan perjalanan yang cukup berat dan segala macam rintangan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ketersediaan lahan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan Utara belum sepenuhnya tuntas. Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Kerja Prasarana Permukiman Kementerian PUPR Provinsi Kalimantan Utara, Thamrin Husain, Kamis (22/8/2019).

Walau demikian pihaknya telah berkomunikasi dengan GUbernur Kalimantan Utara irianto Lambrie. Pemprov Kalimantan Utara didesak untuk segera membantu memfasilitasi penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk membangun tiga PLBN yakni PLBN Long Midan, PLBN Long Nawang, dan PLBN Sei Pancang.

"Tadi saya sudah ketemu Pak Gubernur dan Pak Asisten I. Pak Gubernur merespon akan segera menindaklanjuti. Dokumen-dokumennya juga sudah diserahkan," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (22/8/2019).

Penyediaan lahan PLBN dalam waktu segara menurut Thamrin Husain adalah yang penting mengingat tahap pelelangan proyek PLBN tengah berjalan. Bulan Oktober 2019 Satker Prasarana Permukiman Kementerian PUPR Provinsi Kalimantan Utara menargetkan masuk tahap penandatanganan kontrak proyek.

"Jadi Pemprov harus cepat. Dan Pak Gubernur sangat mendukung. Akan ada Tim 9 yang melakukan inventarisasi di lokasi. Setelah itu harganya sudah bisa ditetapkan oleh Tim 9 itu kemudian kami eksekusi pembayarannya," ujarnya.

Setiap PLBN membutuhkan lahan lebih dari 5 hektare. Adapun PLBN Long Midan dan Long Nawang dikonsep sama seperti PLBN Entikong, PLBN Aruk, dan lainnya yang perlintasannya adalah perlintasan darat.

"Sedangkan PLBN Sei Pancang Sebatik itu akan seperti penyeberangan di Batak ke Singapura," ujarnya.

Adapun suplai material pembangunan PLBN ke lokasi pembangunan tetap daridalam negeri, alias tidak menggunakan material dari Malaysia.

"Karena kita pakai harga lokal. Jadi cukup tinggi memang harganya, apalagi di Krayan itu tinggi. Kalau jalan Malinau-Krayan tembus, bisa lebih mudah. Kalau suplai matrial ke Sebatik, tidak masalah dekat aja dari Nunukan, bisa pakai ponton. Atau bisa langsung dari Surabaya," ujarnya. 

Di tempat terpisah, 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved