Uang Elektronik

Wali Kota Tarakan Tiga Kali Gagal Bayar Gunakan QRIS, Ternyata Ini yang Terjadi

Di stand Festival Kuliner ini masyarakat yang membeli makanan dan minuman diwajibkan membayar makanan dan minuman yang dibelinya mengggunakan QRIS

Wali Kota Tarakan Tiga Kali Gagal Bayar Gunakan QRIS, Ternyata Ini yang Terjadi
Tribunkaltim/Junisah
Walikota Tarakan Khairul bersama Wakil Walikota Tarakan Effendhi Djuprianto melihat stand yang menjual produk makanan dan minuman dengan menggukan QRIS 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tepat 17 Agustus 2019 di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Bank Indonesia (BI) meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile bangking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Dengan adanya pelucuran QRIS ini, BI perwakilan Provinsi Kaltara pun ikut meramaikannya, salah satunya dengan cara menyelenggarakan Festival Kuliner yang menjual berbagai makanan dan minuman di Depan Stadion Datu Adil beberapa waktu lalu.

Di stand Festival Kuliner ini masyarakat yang membeli makanan dan minuman diwajibkan membayar makanan dan minuman yang dibelinya mengggunakan QRIS dengan berbagai operator yang disediakan dari Link Aja hingga GO-PAY.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Kaltara Hendik Sudaryanto mengatakan, QRIS yang mengusung semangat UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, dan Langsung) bertujuan untuk efisensi transaksi, mempercepat inkluasi keuangan, memajukan UMKM yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan menggunakan pembayaran QRIS dapat menghindari uang paslu, uang lusuh, menghindari uang kembalian dengan permen hingga ATM offline. Sebab QRISS bisa sampai pecahan terkecil, jadi tidak ribet untuk kembaliannya,” ucapnya.

Sementara itu, saat Walikota Tarakan Khairul membuka kegiatan Festival Kuline di depan Stadion Datu Adil 18 Agustus kemarin, orang nomor satu ini sempat tiga kali gagal melakukan pembayaran melalui QRIS, saat membeli kue di salah satu stand.

Handphone android yang digunakan walikota Tarakan ketika didekatkan dengan barcode salah satu operator loading terus menerus.

Orang nomor satu di Tarakan ini sempat berusaha mengutak-katik handphone android miliknya.

Sampai akhinya ada seorang pria yang coba membantu handhpone android milik walikota.

Ternyata handphone walikota masih menggunakan internet dengan wifi.id dan belum mengubah atau mengembalikanya ke mobile data.

Pasalnya sebelumnya walikota sempat membeli minuman di sebuah stand kuliner dengan menggunakan QRIS, melalui operator lain berhasil, karena operator tersebut menyedikan WIFI gratis.

Usai berhasil membayar kue dengan menggunakan QRIS Khairul mengatakan, bahwa ada kesalahan, karena dirinya belum menghidupkan mobile data di handphone milik. Sehingga agak kesulitan ketika melakukan pembayaran

“Itu hanya kesalahan teknis saja, tadi saya belum menghidupkan mobile data, jadi agak kesulitan membayar pakai GO-PAY. Tapi setelah saya mobile data dihidupkan, ternyata bisa. Sehingga itu hal yang biasa saja tidak ada masalah. Saya kira pakai QRIS sangat membantu, karena kita tidak perlu membawa uang tunai,” ujarnya tersenyum.(jnh)

Penulis: Junisah
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved