Warga Bandung Pilih Urus Paspor di Luar Daerah Karena Lebih Mudah, Kanwil Kemenkum HAM Jabar: Wajar

Warga mengatakan, pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Tasikmalaya lebih mudah dan cepat ketimbang di Kantor Imigrasi Bandung.

Warga Bandung Pilih Urus Paspor di Luar Daerah Karena Lebih Mudah, Kanwil Kemenkum HAM Jabar: Wajar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga menjalani sesi pemotretan dan pemindaian sidik jari oleh petugas saat akan membuat paspor baru di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019). Permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung dilakukan secara antrian online melalui Aplikasi Permohonan Paspor di android atau melalui website http://antrian.imigrasi.go.id pada hari Jumat dengan kuota 350 pemohon. Langkah selanjutnya menyerahkan dokumen persyaratan, wawancara singkat, sesi pemotretan, dan memindai sidik jari di Kantor Imigrasi pada hari yang sudah ditentukan. 

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Arie Budijanto, mengatakan, pihaknya memang memberlakukan kuota pembuatan paspor di delapan kantor imigrasi di Jabar.

Dalam sehari, kuota di delapan kantor imigrasi itu mencapai 1.415 pembuatan paspor.

Delapan kantor imigrasi itu adalah Kantor Imigrasi Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, Bogor, Bekasi, dan Sukabumi.

Tiap kantor imigrasi, kata Arie, menyediakan kuota rata-rata di atas 200 paspor per hari.

Baca juga :

Daftar Pengemis 'Tajir' yang Pernah Diamankan Petugas, Punya Paspor hingga Deposito Ratusan Juta

Usai Viral Warga Aceh Bikin Paspor, Harga Tiket Pesawat Garuda Aceh - Jakarta Turun 50 Persen

"Di Kota Bandung kuota per hari mencapai 300 paspor. Kuota 300 itu di Kantor Imigrasi (Jalan Surapati) dan unit layanan (Jalan Soekarno-Hatta)," kata Arie saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/8/2019).

Arie mengatakan, adanya warga Kota dan Kabupaten Bandung yang mengurus paspor di Tasikmalaya merupakan hal yang biasa saja.

"Kalau kuota di Bandung habis, pemohon akan mencari yang terdekat. Karena itu, mereka kemudian ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya," ujar Arie.

Pengurusan paspor di Tasikmalaya lebih cepat karena pemohon paspor di Tasikmalaya relatif lebih sedikit dari di Bandung.

"Karena pemohon pembuatan paspornya sedikit dibanding Bandung, jadi wajar kalau yang kehabisan di Bandung, pindah ke sana," kata Arie.

Arie mengatakan, kuota pembuatan paspor terpaksa mereka berlakukan karena terbatasnya sumber daya manusia dan infrastrukturnya.

Di Kantor Imigrasi Bandung, kata Arie, pemohon datang tidak hanya dari sekitar Bandung Raya, tapi juga dari kota-kota lainnya, seperti Subang, Purwakarta, dan Garut.

"Mesin pembuat paspornya juga terbatas. Pada intinya, tergantung kemampuan kantor imigrasi beserta sumber daya manusianya," kata Arie.

Blangko atau buku paspor, kata dia, sejauh ini sudah memadai. Kalaupun pemberlakuan kuota dibatalkan, sarana pendukungnya belum memenuhi.

"Terbentur peralatan juga. Adanya, kan, satu mesin, satu SDM untuk 50 orang per hari," kata Arie.

(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved