Begini Cara Dinas Perikanan Berau Cegah Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan

Penangkapan ikan tidak ramah lingkungan masih menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Berau.

Begini Cara Dinas Perikanan Berau Cegah Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan
TribunKaltim.CO/Geafry Necolsen
Pemkab Berau terus berupaya meningkatkan kesadaran para nelayan untuk menghindari penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Pasalnya, keberlangsungan mata pencaharian nelayan sangat bergantung pada cara mereka menangkap ikan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Penangkapan ikan tidak ramah lingkungan masih menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Berau.

Pasalnya, daerah ini tidak hanya bergantung pada sektor perikanan, Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki dan sekitarnya juga menjadi objek wisata yang menyedot ribuan wisatawan untuk datang ke daerah ini setiap tahunnya, terutama saat musim libur panjang.

Bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tarakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat,

khususnya nelayan untuk menghindari penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bom, racun atau alat tangkap yang dapat mengancam populasi ikan dan merusak terumbu karang.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, destructive fishing dapat menyebabkan kerugian yang besar terutama terhadap kelestarian ekosistem perairan.

“Penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan bom ikan, atau racun ikan dapat merusak terumbu karang dan ekosistem disekitarnya dan menyebabkan kematian segala jenis dan ukuran ikan disekitarnya,” jelas Yunda, Jumat (23/8/2019).

Upaya pencegahan memang sulit dilakukan, terlebih lagi Pemkab Berau kini tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengelola wilayah laut.

Ditambah luasnya wilayah perairan mengharuskan pengawasan yang maksimal untuk mencegah terjadinya penangkapan yang merusak lingkungan.

Keterbatasan sarana dan luasnya wilayah perairan menjadi kendala utama. Solusinya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama nelayan.

Karena mata pencaharian mereka sangat tergantung pada populasi ikan serta keberadaab terumbu karang yang menjadi tempat tinggal dan tempat ikan mencari makan.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved