Kemarau, Warga Tiga RT di Gunung Tabur, Berau Kesulitan Mendapat Air

Musim kemarau tahun ini tidak hanya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau.

Kemarau, Warga Tiga RT di Gunung Tabur, Berau Kesulitan Mendapat Air
TribunKaltim.CO/Geafry Necolsen
Saluran irigasi di Kampung Labanan Makmur mengering karena musim kemarau, mengakibatkan petani setempat mengalami gagal panen 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Musim kemarau tahun ini tidak hanya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau.

Banyak tanaman dan semak belukar yang mengering,  yang menyebabkan tanah menjadi tandus dan anak sungai mengering.

Kondisi ini menyebabkan puluhan kepala keluarga yang ada di tiga RT, yakni RT 7, RT 10 dan RT 14 di kawasan Makasang, Paribau, Kecamatan Gunung Tabur kesulitan mendapat air bersih.

Hal ini dibenarkan Lurah Gunung Tabur, Lutfi Hidayat. “Sudah sejak hari Senin (19/8/2019) lalu warga sudah kesulitan mendapat air bersih,” ungkapnya.

Tanaman jagung di Labanan Makmur mengering, jagung yang dihasilkan kualitasnya buruk dan kuantitasnya menurun drastis.
Tanaman jagung di Labanan Makmur mengering, jagung yang dihasilkan kualitasnya buruk dan kuantitasnya menurun drastis. (TribunKaltim.CO/Geafry Necolsen)

Selama ini, kata Lutfi, warga di tiga RT tersebut memang mengandalkan aliran anak sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun air dari anak sungai itu sudah mulai berubah warna dan aroma serta air menjadi kehitaman dan berbau.

Sementara air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum belum menjangkau seluruh rumah warga. Karena itu, selama musim kemarau ini, warganya mengandalkan pasokan air bersih yang dibawa oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau,

Sementara itu, Kepala BPBD Berau Thamrin mengatakan, pihaknya terus berupaya membantu warga di Gunung Tabur yang mengalami kekeringan. "Untuk sementara kami hanya bisa menyuplai air untuk kebutuhan mandi dan mencuci saja," ujarnya.

BPBD Berau menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang mengalami kekeringan akibat kemarau.
BPBD Berau menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang mengalami kekeringan akibat kemarau. (TribunKaltim.CO/Geafry Necolsen)

Air bersih tersebut diangkut menggunakan kendaraan water suply yang biasa digunakan untuk memasok air bagi petugas pemadam kebakaran. Kekeringan juga dirasakan oleh para petani di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.

Akibat kekeringan, para petani di Kampung Labanan mengalami gagal panen. Kepala Kampung Labanan Makmur, Mufid Datusahlan mengungkapkan, hasil panen petani di kampungnya mengalami penurunan.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved