Berita Pemkab Kutai Barat

Rakor Tim Terpadu Konflik Sosial 2019, Bupati Ajak Masyarakat Perangi Hoax

Kutai Barat terdiri dari ragam etnis dan agama, hal tersebut yang membentuk kehidupan kemajemukan di Kutai Barat.

Rakor Tim Terpadu Konflik Sosial 2019, Bupati Ajak Masyarakat Perangi Hoax
HUMASKAB KUBAR
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kubar menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Konflik Sosial Kabupaten Kutai Barat 2019 di ruang rapat Diklat Kantor Bupati Lantai III. Rakot dibuka Asisten I DR Misran Effendi S STP M Si, Rabu (21/8/2019). 

SENDAWAR - Badan Kesatuan bangsa dan Politik Kubar menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Konflik Sosial Kabupaten Kutai Barat 2019 di ruang rapat Diklat Kantor Bupati Lantai III. Rakot dibuka Asisten I DR Misran Effendi S STP M Si, Rabu (21/8/2019).

Kegiatan ini sebagai upaya terciptanya sinkronisasi, harmonisasi dan integrasi kebijakan serta penyusunan rencana aksi terpadu yang terkoordinasi dalam pelaksanaan penanganan konflik sosial di Kabupaten Kutai Barat.

Selanjutnya dalam upa¬ya melaksanakan amanah dan implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial maka dipan¬dang perlu tindak lanjut yang nyata seperti pelaksanaan rapat koordinasi antar seluruh pihak terkait dalam pena-nganan berbagai hal terkait konfilik sosial.

Dalam sambutan Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja yang dibacakan Asisten I DR Misran Effendi S STP M Si dijelaskan, Kutai Barat terdiri dari ragam etnis dan agama, hal tersebut yang membentuk kehidupan kemajemukan di Kutai Ba¬rat.

Menuju kehidupan yang harmonis, rukun dan damai maka mengharuskan kita semua untuk dapat menjaga kondusifitas dan toleransi.

Dalam keberagaman ini fungsi dan peran seluruh kita yang hadir sangat dibu¬tuhkan karena hal ini juga menjadi modal dasar untuk melaksanakan pembangun¬an di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Berangkat dari pemahaman ini saya ingin menyampaikan beberapa pesan dan harapan sebagai berikut.

Bupati juga berpesan ke¬pada seluruh Anggota Tim Terpadu, kiranya dapat memanfaatkan forum ini dengan optimal untuk men¬dengarkan setiap paparan materi dari Narasumber dan bertukar ide dan pikiran agar kehadiran peserta ra¬kor memberikan sumbang¬sih nyata terhadap upaya untuk menjaga stabilitas keamanan dan keharmoni¬san dalam kehidupan sosi¬al kemasyarakatan di Kutai Barat.

"Besar harapan saya sinergitas yang yang terjalin baik Pemerintah melalui Ba¬kesbangpol dengan Polres, Kodim, Kejari, dan pihak terkait lainnya dapat mewu¬judkan tatanan kehidupan yang aman dan tenteram," ujarnya.
Bupati juga menjelaskan sekarang ini banyak hal yang dapat menyebabkan konflik sosial itu cepat me-rebak dan menjadi bahaya yang perlu kita hindari yaitu salah satunya dengan terse¬barnya berita Hoax melalui media sosial.

"Tidak jemu-jemunya saya ingatkan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama kita perangi hal terse¬but. Saya ingin seluruh warga memiliki kesadaran tidak mudah terprovoksi oleh isu-isu terlebih pada segala se¬suatu yang dapat memecah belah persatuan. Jauhkan sikap etnosentrisme, kesu¬kuan dan semacamnya," kata Bupati.

Bupati juga mengajak, masyarakat bersatu dengan semangat HUT Kemerde¬kaan RI yang baru saja di-peringati.

"Mari bangkit dan sadar bahwa untuk menjadi manusia unggul yang ber¬daya dan membangun ha¬rus diawali dengan soliditas, cinta tanah air, bela negara dalam mempertahankan kedaulatan NKRI yang Harga Mati. Sekali lagi mari satukan tekad dan langkah, sinergitas serta dukungan seluruh pihak melalui peran sertanya masing-masing demi Terwujudnya Hari Esok Kutai Barat Lebih Baik Daripada Hari Ini," tandas¬nya. (Hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved