Antisipasi Teror, Yonzipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman Latihan Penjinakan Bahan Peledak

Sejumlah prajurit YonZipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman mengikuti latihan penjinakan bahan peledak sebagai bagian antisipasi teror.

Antisipasi Teror, Yonzipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman Latihan Penjinakan Bahan Peledak
Tribunkaltim.co / Aris Joni
Latihan penjinakan bahan peledak di Yonzipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Batalyon Zeni Tempur (YonZipur)17/AD Kodam VI/Mulawarman melaksanakan latihan penjinakan bahan peladak (Jihandak) dan penanganan bahaya gas beracun pada Jumat, (23/8/2019) kemarin di jalan Soekarno Hatta kilometer 3,5 Kecamatan Balikpapan Utara.

Kegiatan yang dipimpin Danton Jihandak Letda Czi Resqa Maulana tersebut diikuti sejumlah prajurit YonZipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman, Sabtu (24/8/2019)

Diketahui, dalam latihan tersebut YonZipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman menurutnkan alat-alatnya berupa kendaraan khusus (Ransus) Jihandak untuk mengatasi paket yang dicurigai bom.

Sebanyak satu unit yang dilengkapi alat khusus penjinak bahan peledak (Alsus jihandak), kemudian Ransus Nuklir biologi kimia Nubika (penanganan gas racun) yang dilengkapi alsus nubika dan Motor trail 2 buah.

Danyon Zipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman, Mayor Czi Heru Aprianto, S.Sos, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih personel guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi setiap saat, kapan pun dan dimana pun.

Danyon Zipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman, Mayor Czi Heru Aprianto, TribunKaltim.co / Aris Joni
Danyon Zipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman, Mayor Czi Heru Aprianto, TribunKaltim.co / Aris Joni (Tribunkaltim.co / Aris Joni)

Ia menegaskan, personel harus siap menghadapi berbagai ancaman yang datang tiap saat,seperti ancaman bom dan teror yang berada diluar rencana.

"Kita selaku prajurit kesatuan harus mempunyai kesiap Siagaan yang tinggi." ujarnya.

Heru menambahkan, selain melaksnakaan pelatihan Penjinakan bahan peledak, juga dilakukan pelatihan terhadap denkontaminasi ancaman terhadap nuklir, biologi, kimia,(Nubika) yang kapan saja bisa mengancam dimana pun berada.

"Intinya kegiatan ini untuk mengantisiapsi suatu ancaman," pungkas Heru.

(*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved