Duduk Lebih 9,5 Jam Tiap Hari, Hati-hati bisa Memicu Kematian Dini

Namun sebuah studi mengungkapkan bahwa duduk selama lebih dari 9,5 jam sehari, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Duduk Lebih 9,5 Jam Tiap Hari, Hati-hati bisa Memicu Kematian Dini
shutterstock
Ilustrasi duduk di depan meja komputer 

TRIBUNKALTIM.CO-Ternyata duduk lebih lama lebih dari 9 jam sehari bisa memicu kematian dini.

Padahal selama ini banyak yang menganggap enteng bahwa duduk terlalu lama merupakan hal biasa, apalagi bagi pekerja kantoran.

Namun sebuah studi mengungkapkan bahwa duduk selama lebih dari 9,5 jam sehari, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Para ilmuwan telah menganalisis data lebih dari 36.000 orang dewasa dengan usia rata-rata 62 tahun, untuk membuktikan penelitian ini.

Cukup Jalan Kaki 15 Menit, Risiko Kematian Dini Berkurang

Hasil Studi, Makanan Pedas Bisa Menurunkan Risiko Kematian Dini

Studi ini mengkategorikan tingkat peserta mulai dari yang kurang aktif hingga paling aktif.

Diketahui Profesor Ulf Ekelund di Sekolah Ilmu Olahraga Norwegia, Oslo menjadi pememimpin dalam penelitian.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam Jurnal British Medical dan menemukan bahwa terlalu lama duduk bisa meningkatkan risiko kematian.

"Temuan kami memberikan bukti yang ilmiah bahwa, tingkat aktivitas fisik lebih banyak dengan waktu yang continue, dapat menghambat dan menurunkan risiko kematian dini," tulis Profesor Ulf Ekelund dalam Jurnal British Medical yang dilansir Tribunmanado.Co.

Hal tersebut juga ditunjukkan dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa 70% orang yang aktif memiliki risiko kematian usia dini yang lebih kecil.

Kebiasaan Pola Makan Tak Sehat Ternyata Lebih Berisiko Sebabkan Kematian Dini Ketimbang Merokok

Selain Rokok, Kematian Dini Juga Disebabkan Gaji Kecil

Sedangkan 6% peserta meninggal selama masa lanjut rata-rata 5,8 tahun.

Ada sekitar lima kali lebih banyak kematian di antara yang paling tidak aktif, dibandingkan dengan mereka yang bergerak aktif.

Para peneliti mengatakan bahwa hasil penelitian ini, sebenarnya memberi data penting untuk kampanye kesehatan masyarakat.

Para peneliti menyarankan pesan kepada masyarakat untuk duduk lebih sedikit, dan bergerak lebih banyak atau dalam arti lain masyarakat harus lebih sering melakukan kegiatan. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved