Ibu Kota Baru

Kaltim Berpeluang Besar Jadi IKN, Begini Optimisme ala Pedagang Mie Ayam Djakarta di Balikpapan

Tribunkaltim.co mewawancarai seorang pedagang mie ayam di kawasan Jalan Indrakila, Strat III, Kampung Timur, Kota Balikpapan.

TRIBUN KALTIM / KHOLISH CHERED
Pedagang Mie Ayam Djakarta di kawasan Jalan Indrakila, Strat III, Kampung Timur, Kota Balikpapan, Iskandar Haetami 

TRIBUNKALTIM.CO - Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur mendapat beragam tanggapan dari publik.

Ada yang memandang dari sisi peluang dan harapan baru, namun ada pula yang menilai sebagai masalah baru utamanya dari sisi anggaran negara dan pelestarian lingkungan.

Tribunkaltim.co mewawancarai seorang pedagang mie ayam di kawasan Jalan Indrakila, Strat III, Kampung Timur, Kota Balikpapan.

Mie ayam yang dijualnya diberi nama "Mie Ayam Djakarta".

Sembari bercanda, sang pedagang, Iskandar Haetami, menyebut bakal ada keunikan saat ia menjual mie ayam Jakarta di ibukota baru nantinya. Mie ayam ala ibu kota lama akan dikembangkan di ibu kota baru.

"Biar tambah menarik, nanti saya buatkan banner monas (monumen nasional, red) di dinding," ujarnya, Jumat (24/8/2019) menjelang maghrib.

Iskandar menyambut rencana pemindahan ibukota dengan optimistik.

"Bila memang terealisasi, semoga Kaltim kian berkembang. Semoga iklim usaha makin bagus. Terlebih nantinya ada perpindahan penduduk. Semoga meningkat," ujarnya.

Meskipun baru mulai berjualan 13 Juli 2019, setelah hijrah dari Pulau Jawa, ia optimistik bisa mewarnai kuliner di Balikpapan.

"Insyaa Allah optimis bisa bersaing, kualitas akan terus dijaga," ujar Iskandar.

Halaman
1234
Penulis: Kholish Chered
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved