Tak Perlu Lakukan Cuci Darah, Ini Prosedur Obati Gangguan Ginjal

Gagal ginjal ini terjadi karena penderita mengalami penyakit ginjal yang berakibat penurunnya fungsi ginjal.

Tak Perlu Lakukan Cuci Darah, Ini Prosedur Obati Gangguan Ginjal
https://www.inlifehealthcare.com
Ilustrasi ginjal. 

Bila cuci darah sebagai pengobatan gangguan ginjal dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino.

Suaminya Gagal Ginjal Stadium 4, Sang Istri Pilih Dampingi Suami dan Batal Berangkat ke Tanah Suci

Kisah Candra Saputra, Caleg Gagal yang Sempat Ingin Jual Ginjal, Kini Sukses Masuk DPRD

2. Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Berbeda dengan cuci darah, CAPD menggunakan selaput pada dinding perut dalam untuk mencuci darah.

Sama halnya dengan cuci darah, CAPD juga membutuhkan akses permanen seperti selang yang akan dipasang melalui dinding perut.

Cairan yang digunakan untuk mencuci darah akan dimasukkan ke dalam selang tersebut dan didiamkan beberapa waktu sebelum akhirnya dibuang.

3. Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal. Dilakukan dengan memindahkan satu ginjal dari donor yang cocok dan ditanamkan ke dalam tubuh penderita.

Sebelum dilakukan transplantasi, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang baik untuk transplantasi ginjal.

Setelah dilakukan cangkok, pasien akan minum sejumlah obat agar tubuh dapat menerima organ donor.

Soal Jual Ginjal, Dokter Ini Ungkap Hal Mengejutkan, Ada Hukuman Bila Pendonor Menerima Imbalan Uang

VIRAL di Medsos, Gadis 19 Tahun Jual Ginjal untuk Biaya Pengobatan Adiknya, Ini Unggahan Lengkapnya

Bila transplantasi sukses, pasien tidak perlu menjalani pengobatan gangguan ginjal yang lain.

Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut.

Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak.

Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin agar segera mendapat pengobatan gangguan ginjal. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved