Sejarah

Catatan Timor Loro Sa'e, Gaung Reformasi 1998 Sampai Timtim, Berjalan Kaki Demi Masa Depan

Sejak itu, upaya penyelesaian Timtim untuk sesaat terhenti, hingga Sekjen Kofi Annan menunjuk Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Timtim.

Catatan Timor Loro Sa'e, Gaung Reformasi 1998 Sampai Timtim, Berjalan Kaki Demi Masa Depan
Kompas
FOTO Kiri Ribuan warga Kota Dili antre dalam pelaksanaan penentuan pendapat di Timor Timur, Senin (30/8/1999). Dan foto kanan Kantor Gubernur Propinsi Timor Timur, Agustus 1977. Di depannya ada tugu peringatan 500 tahun penjajahan Portugal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Senin 30 Agustus 1999 pagi, ratusan ribu warga Timor Timor atau Timtim, sebutan Timor Leste masa Orde Baru, mendatangai 200 lokasi pemungutan suara untuk menentukan masa depannya.

Sebagian warga jalan kaki, turun gunung dan rela menginap di emperan TPS demi menyalurkan suaranya.

20 tahun sudah Negara Timor Leste berdiri sebagai saudara dekat Indonesia.

Setelah melalui delapan kali putaran, pada periode 1992-1996, dialog segi tiga RI-Portugal di bawah naungan Sekjen PBB, Boutros Boutros-Ghali sempat terhenti.

Tiba-tiba, Portugal menyatakan mundur dan tidak bersedia melaksanakan dialog pada putaran terakhir tanggal 21 Desember 1996 di PBB New York, tepat sepuluh hari sebelum Sekjen Boutros-Ghali mengakhiri masa jabatannya.

Portugal menilai, dialog itu tidak akan membawa hasil.

Sejak itu, upaya penyelesaian Timtim untuk sesaat terhenti, hingga Sekjen Kofi Annan menunjuk Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Timtim, Dubes Jamsheed Marker.

Beberapa pihak menilai, langkah ini menunjukkan keseriusan Sekjen Kofi Annan dalam menyelesaikan persoalan Timtim. Annan memimpin dialog segi tiga antara Indonesia dan Portugal.

Sementara, Indonesia berpendapat, Timtim telah berintegrasi ke Indonesia melalui Deklarasi Balibo pada hari Sabtu, 29 November 1975.

Kala itu empat partai di Timor Portugis, UDT, Apodeti, KOTA dan Trabalista menyatakan wilayah Timor Portugis sebagai bagian dari wilayah Indonesia.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved