Ibu Kota Baru

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut Ibu Kota Negara RI di Kalimantan Timur Turunkan Kesenjangan

Tahap kedua, 2025-2029 akan dibangun perumahan aparatur sipil negara, TNI, dan Polri. Gubernur Kaltara Iranto Lambrie sambut positif.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ditetapkannya sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara disambut baik Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie.

Irianto Lambrie adalah salah satu tokoh di Kalimantan yang sejak awal mendukung Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara, mengingat wilayahnya dekat Kalimantan Utara.

Daerah yang dipimpinnya selaku gubernur, sekaligus secara historis Kalimantan Timur merupakan 'ibu kandung' bagi provinsi termuda di Tanah Air, Provinsi Kalimantan Utara.

Irianto Lambrie menyebutkan, sesuai hasil analisis model CGE (Computable General Equilibrium) IndoTERM yang digunakan Kementerian PPN/Bappenas dan telah dipaparkan Menteri PPN atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat konsultasi regional RPJMN 2020-2024 di Balikpapan, memberi banyak dampak ekonomi pemindahan IKN ke Kalimantan, khususnya bagi Kalimantan Timur.

Mantan Sekprov Kalimantan Timur ini mengungkapkan, salah satu dampak ekonominya adalah estimasi peningkatan real GDP (Gross Domestik Product) Nasional sebesar 0,1 hingga 0,2 persen.

Kesenjangan antar kelompok pendapatan akan tertekan.

"Akan terjadi kenaikan price of capital sebesar 0,23 persen dan kenaikan price of labour sebesar 1,37 persen," sebut Irianto Lambrie dalam keterangan resminya kepada Tribunkaltim.co, Senin (26/8/2019) petang.

Investasi pemerintah terhadap pembangunan infratruktur ibu kota negara juga diyakini memberi efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Output multiplier-nya mencapai 2,3 dan emplyment multiplier mencapai 2,9.

"Pemindahan ini mendorong penurunan kesenjangan antar wilayah. karena terjadinya perdagangan antar wilayah, utamanya perdagangan antara Pulau Jawa dengan wilayah di luar Pulau Jawa. Ibu kota negara yang baru juga akan mendorong investasi terutama di Kalimantan Timur baru dan provinsi sekitarnya," sebutnya.

Sektor non-tradisional seperti sektr jasa juga diyakininya akan bertumbuh lebih pesat.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved