Ibu Kota Negara

Soal Pemindahan Ibu Kota Negara, Gubernur Kaltim Isran Noor: Kaltim Jadi Penyeimbang Indonesia

Bagi Isran pemindahan ibu kota ini bukan hanya untuk Kaltim namun juga Indonesia. Alasannya, karena Kaltim akan menjadi penyeimbang Indonesia

Penulis: Samir Paturusi | Editor: Doan Pardede
SENO/HUMASPROV KALTIM
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi menyambut Presiden Jokowi di Bandara SAMS, Selasa (7/5/2019). Ia kemudian mendampingi Bukit Soeharto yang ditawarkan sebagai lokasi calon ibu kota negara RI. 

2. Kuantitas air permukaan diperoleh melalui tiga DAS yaitu DAS Sanggai/Sepaku, DAS Samboja dan DAS Dondang

3. Daya dukung air tanah di lokasi delineasi sebagian besar termasuk ke dalam kelas rendah

4. Wilayah delineasi tidak memiliki historis kebakaran hutan yang sering. Sebagian besar wilayah (1/3 area) delineasi merupakan hutan.

Tetapi hanya beberapa hotspot saja yang menjadi pemicu kebakaran utama (2015). Titik lokasi kebakaran berada di sisi Selatan Samboja dan Sepaku serta di sebagian Tahura

5. Dekat dengan kota besar Balikpapan dan Samarinda dan dilintasi jalan tol Balikpapan-Samarinda.

Didukung oleh bandara Internasional Sepinggan (45 km) dan bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (76 KM) dan dilayani oleh Pelabuhan Terminal Peti Kemas Kariangau

6. Dominan merupakan pendatang yaitu etnis Jawa 30%, etnis Bugis 20% dan etnis Banjar 12% sehingga potensi konflik sosial rendah

7. Aspek pertahanan dan keamanan memiliki akses darat laut dan udara

 Tahura Gagal Masuk Calon Ibu Kota Negara

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto yang ditawarkan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor sebagai kawasan Ibu Kota Negara di Kaltim pupus sudah.

Kendati Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa bulan lalu mengunjungi lokasi tersebut.

Namun keputusan pemerintah mencoret nama Bukit Soeharto dari list kandidat kawasan Ibu Kota Negara sudah bulat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro kembali menegaskan, bahwa pemerintah komitmen tidak akan memgorbankan hutan lindung demi pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan.

"Dalam membangun pusat pemerintahan baru, kita (pemerintah) tidak akan mengurangi hutan lindung yang kita miliki, bagaimana pun Kalimantan itu paru-paru dunia," katanya, Selasa (20/8/2019) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved