Ibu Kota Negara

Soal Pemindahan Ibu Kota Negara, Gubernur Kaltim Isran Noor: Kaltim Jadi Penyeimbang Indonesia

Bagi Isran pemindahan ibu kota ini bukan hanya untuk Kaltim namun juga Indonesia. Alasannya, karena Kaltim akan menjadi penyeimbang Indonesia

Penulis: Samir Paturusi | Editor: Doan Pardede
SENO/HUMASPROV KALTIM
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi menyambut Presiden Jokowi di Bandara SAMS, Selasa (7/5/2019). Ia kemudian mendampingi Bukit Soeharto yang ditawarkan sebagai lokasi calon ibu kota negara RI. 

Bahkan Bambang menyebut hutan lindung yang berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto harus tetap dijaga, bahkan perlu direvitalisasi.

"Tetap kita jaga, bahkan Bukit Soeharto kita kembalikan lagi, revitalisasi kondisi alamnya," ucapnya.

Saat Tribunkaltim.co menyinggung soal rancangan RPJMN 2020-2024 yang tak menempatkan program pemindahan IKN di dalamnya.

Seperti yang dikritisi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat menyampaikan tanggapan di Konreg.

Bambang menyatakan, apa yang disampaikan belum semua final, sebab itu pihaknya ingin mendengar masukan dari daerah. Tujuannya agar perencanaan pembangunan nasional dan daerah bisa inline.

"Ini, kan, RPJMN sedang disusun, yang kami buat baru rancangan teknokratis, yang sudah kami buat sejak tahun lalu.

Adanya perkembangan ini, nantinya di RPJMN final, insya alloh akhir tahun selesai, masalah ibu kota pasti sudah termuat dengan segala detailnya," jelasnya.

Sementara saat dimintai tanggapan Gubernur Kaltim, Isran Noor soal dicoretnya nama Bukit Soeharto, ia lebih memilih bergurau dengan awak media.

"Tenang saja, Belanda sudah lari," ujarnya berkelakar. 

Gubernur Kaltara Dukung Kaltim

Sementara itu, lima gubernur di Kalimantan menyampaikan pemaparan tentang rancangan pembangunan lima tahun mendatang di hadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Novotel Balikpapan, Selasa (20/8/2019).

Masing-masing gubernur memberikan penjabarannya tentang rencana pembangunan di daerahnya.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menjelaskan tentang berbagai rencana pembangunan yang akan direalisasikan kedepannya.

Salah satu proyek yang dipresentasikan adalah pabrik pembangunan smelter.

Namun untuk membangun itu harus membutuhkan sumber daya listrik.

Karena itu, pemerintah Kalimantan Utara akan membangun bendungan PLTA di kawasan Sungai Kayan.

PLTA direncanakan akan dibangun di tahun 2019.

"Misalnya tahun ini pembangunan PLTA-nya. Maka tahun depan industri smelter sudah dimulai. Begitu juga industri lain," kata Irianto Lambrie, seraya menyebut infrastruktur pendukung berjalan secara barengan.

Biaya pembuatan PLTA diperkirakan memakan biaya sekitar ratusan triliun rupiah.

"Kalau hitungan 1 megawatt listrik PLTA itu kan secara universal 1,5 sampai 2 juta USD. Bisa ratusan triliun (rupiah)," kata Irianto.

Untuk pembangunan smelter berdasarkan segi kelayakan.

Menurutnya, iklim investasi kawasan di Kalimantan berbeda dengan Pulau Jawa.

Biaya lebih menjadi hambatan untuk investasi di Kalimantan.

Di sela-sela presentasinya ia mengeluarkan statement dukungan terhadap Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (HUMASPROV KALTARA)

"Semua Kalimantan itu sama. Tapi kalau disuruh milih, Kaltim karena terdekat dengan Kaltara," tutur Irianto.

Sontak tepuk tangan bergemuruh ketika Irianto melontarkan ucapan tersebut.

Kegiatan hari merupakan rangkaian acara Konsultasi Regional dari Bappenas.

Bappenas mengadakan kegiatan Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2020-2024,

yang rencananya akan dilaksanakan selama dua hari, pada Selasa (20/8/2019)-Rabu (21/8/2019), di Novotel Balikpapan.

Isu seputar ibu kota negara di Kalimantan menjadi jualan bagi beberapa gubernur yang hadir dalam acara tersebut.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran juga tak mau ketinggalan untuk memaparkan pembangunan untuk menjadikan daerah sebagai ibukota negara.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta maaf secara langsung kepada Gubernur kaltim Isran Noor, Selasa (20/8/2019) dalam rapat Konsultasi Regional Pulau Kalimantan, di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran (Banjarmasin Post)

Di akhir penyampaian tanggapannya terhadap RPJMN pemerintah pusat, Sugianto Sabran menutupnya dengan berkelakar dengan Isran Noor,

yang saat itu duduk bersampingan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.

"Masalah ibu kota pemerintah indonesia, Kalimantan Tengah, mohon maaf abang saya Isran Noor.

Kalimantan Tengah tidak meminta, tapi kami punya catatan sejarah historis yang baik tahun 1950," ujarnya, seraya disambut tepuk tangan peserta Konreg.

Untuk diketahui, pada 1950-an, Presiden RI pertama Soekarno sempat melirik daerah di Kalimantan Tengah sebagai ibu kota negara.

Peletakan batu pertama pembangunan awal Kota Palangkaraya, jadi langkah lanjutan dari wacana kala itu.

Secara simbolis diperlihatkan dengan pembangunan tugu peringatan, yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 17 April 1957. 

"Usaha sudah ada, doa sudah ada. Tinggal menunggu takdir Allah. Karena mau Kaltim atau Kalteng, itu hal biasa," katanya.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Gubermur Kaltim pun sempat berkelakar.

 Isran Noor belakangan diketahui seharusnya menyampaikan tanggapan di akhir, alias nomor urut 5 dari kepala daerah yang hadir di Konreg.

"Mohon maaf rekan-rekan, ini bukan menyalip," tuturnya seraya disambut riuh rendah tawa dan tepuk tangan. (*)

Baca Juga

Kian Dekat Jadi Ibu Kota Negara, Berbagai TV Nasional Gantian Berburu Tanggapan Isran Noor

Industri Hulu dan Infrastruktur Jadi Modal Kemajuan Kaltim Jika Ibu Kota Negara

Terbaru, Pemindahan Ibu Kota Negara, Rocky Gerung: Pusat Pemerintahan Ada di Otak, Bukan di Istana

Di ILC, Rocky Gerung Sebut Biografi Jokowi dari Ngibul to Asbun, Singgung Pemindahan Ibu Kota Negara

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved