Breaking News:

Ibu Kota Negara

Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Lahan Tahura di Desa Semoi II Sepaku Capai 1.000 Hektar

Berdasarkan data dari Bappenas,perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berada di Kecamatan Sepaku.

Kolase Tribunkaltim.co
Peta lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia di Kalimantan Timur dan foto jalan tol di kawasan Bukit Soeharto Kalimantan Timur. 

Namun bila Sepaku dengan Samboja, maka hanya Desa Semoi II yang berbatasan dengan Samboja, Kukar sementara desa/kelurahan lain tidak berbatasan dengan Samboja.

Camat Sepaku, Risman Abdul yang dihubungi, Selasa (27/8/2019) mengatakan, untuk di wilayah Sepaku hanya tiga desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kukar.

Masing-masing Desa Semoi II dengan Kecamatan Samboja, kemudian Desa Sukomulyo dengan Kecamatan Loa Kulu dan Loa Janan serta Desa Tengin Baru dengan Loa Kulu dan Loa Janan.

Namun kata Risman, bila ternyata Pemerintah Pusat memutuskan Kukar di wilayah Samboja maka di Kecamatan Sepaku hanya Desa Semoi II yang menjadi titik lokasi Ibu Kota Negara.

Untuk Semoi II katanya, luas wilayah mencapai 4.000 Ha namun sekitar 1.000 Ha masih Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) atau Tahura.

Ia mengaku, pihaknya pernah mengajukan sekitar 4500 Ha KBK menjadi Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) kepada Kementerian Lingkungan Hidup, namun hanya 2.725 yang disetujui.

"Termasuk 1.000 Ha di Semoi II yang tidak disetujui. Laha 3.000 Ha itu masuk perkampungan warga dan sebagian sudah digarap perkebunan kelapa sawit," katanya.

Peta Pulau Kalimantan yang jelaskan lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam, diumumkan pada Senin (26/8/2019) siang.
Peta Pulau Kalimantan yang jelaskan lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam, diumumkan pada Senin (26/8/2019) siang. (Tribunkaltim.co/IG @Jokowi)

Namun bagi Risman, masyarakat Sepaku tidak terlalu berpengaruh dengan penerapan Ibu Kota Negara. Namun demikian, ia mengaku sebelum penetapan memang sudah ada orang yang ingin membeli lahan masyarakat, namun belum ada kesepakatan.

Ia sudah mengingatkan warga untuk tidak menjual lahan mereka dengan alasan, bahwa lahan tersebut masuk KBNK. "Saya selalu sampaikan kepada mereka, jangan dijual karena area itu kan masih KBNK meski bukan lagi KBK," ucapnya.

Pasca pengumuman dari dua wilayah tersebut, agaknya makin mengerucut ke wilayah Samboja, Kukar dan Sepaku, PPU yang berbatasan.

Halaman
123
Penulis: Samir Paturusi
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved